User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
Desa Aek Banir atau Siladang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) merupakan masyarakat yang agamais. Banyak anak‚??anak mereka bersekolah di pesanteren, selain sekolah umum. Letaknya sekitar 17 KM dari Kota Panyabungan, ibukota kabupaten.
Siladang berpenduduk lebih kurang 2.000 jiwa dan 500 KK ini kehidupan masyarakatnya dengan berkebun karet, coklat. Bahkan, hamper sepertiga penduduknya adalah pengrajin/pembuat sapu ijuk dan pembuat gula aren. Sepanjang mata memandang, kawasan desa ini banyak ditumbuhi pohon aren berusia puluhan tahun.

Kepala Desa Aek Banir, Parutan Nasution (45) mengatakan, usaha pembuatan sapu ijuk dan gula aren oleh masyarakatnya sudah digeluti puluhan tahun dan secara turun-temurun. Usaha ini dilakoni mayoritas warga desanya.

"Hampir sepertigsa warga menjadi pembuat gula aren dan sapu ijuk yang dijual ke daerah Mandailing Natal dan keluar daerah" ujarnya.

Untuk memasarkan hasil kerajinan sapu ijuk dan gula aren ini, warganya tidak mengalami kesulitan. Pasalnya, pembeli datang langsung ke desanya. Mereka datang dari luar Madina seperti Padangsidimpuan dan Pasaman Barat. Kondisi jalan menuju desa yang sudah diaspal hotmix tidak lagi menjadi penghalang bagi para pembeli datang ke desanya.

Pengamatan MedanBisnis, kehidupan masyarakat Desa Aek Banir tergolong lumayan. Ini dapat terlihat dengan banyaknya anak sekolah yang menggunakan sepedamotor sendiri ke sekolah. Apalagi, harga getah karet saat ini sedang melambung tinggi, begitu juga hasil komoditas lainnya yang ditanam warga.

Anton (28), salah satu pengrajin gula aren mengakui bisa menghasilkan 15 - 25 kg per mingguya dengan harga Rp10.000 - Rp13.000 per kg. Di samping itu, ia juga bekerja sebagai buruh penderes karet.

"Sore kita berangkat ke pohon aren untuk mengambil hasil sari dari buahnya, kemudian kita kumpul dan selanjutnya kita masak untuk dijadikan gula. Namun ada juga yang langsung dijual sebagai minuman" jelas bapak satu anak ini.

Pengarajin sapu ijuk, Jumadi (31), mengakui dalam seminggu bisa menyelesaikan 250 sapu ijuk per minggu. Dibantu istrinya, ia menjual sapu ijuk Rp 15.000 per buah.

"Harga sapu ijuk biasa berkisar Rp.15.000 per buah. Kalau lebih bagus kualitasnya bias Rp 25.000. Kalau jenis ini jarang kita buat, tergantung pesanan" ujar pengarjin lainya, Andi, seraya mengaku keahlihan membuat sapu ijuk berasa dari orangtuanya.

Sedangkan petani karet, Irsan (34), mengaku setiap minggu dapat menghasilkan 30 kg getah karet. Harga harga saat ini Rp 17.000 - Rp.18.000/kg.

"Rata - rata kalau hasil karet masyarakat berkisar 50 ‚?? 20/kg per minggunya. Lumayanlah bisa menghidupi ekonomi kaluarga" terangnya.

Bahasa Siladang
Pada umumnya warga Aek Banir adalah suku Mandailing. Bahasa yang digunakan sehari-hari adalah ‚??Mandailing Siladang", yang sedikit berbeda dengan bahasa Mandailing yang kita kenal selama ini. Belum ada yang mengetahui asal-muasal bahasa tersebut.

"Kita tidak tahu darimana asal bahasa ini, tahunya kita sudah berbahasa seperti ini dan kita juga bisa berbahasa Mandailing untk berkomunikasi dengan sesame warga lainnya,‚?Ě ujar Parutan.

Menurutnya, kalau bahasa Siladang intonasi bahasanya selalu mamakai hurup "O dan E" seperti pepatah orang tua "Pala to sonnari Pabilo Dope". Jika dibahasa mandailingkan: "Pala inda sannari andingan dope", yang artinya "Kalau tidak sekarang kapan lagi". (zamharir rangkuti)
Komentar Anda
Berbagi Berita via  Facebook atau Twitter
Iklan Baris Gratis
TERMURAH !! Jasa Pasang Parabola Jakarta Barat dan Timur
Belibis Mediterania 20 M Dari Jalan Raya Gagak Hitam
Jual Mesin Packing - Mesin Cup Sealer - Mesin Isi Air Otomatis - Carton Sealer - PT. Ria Multi Solusindo
HARDWARE & SECURITY
Sistem Perdagangan Alternatif
Lihat Semua Iklan Baris