User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia Yang Lebih Baik
 
Ex. Konsumen atau Cerdas
 
Berita Terkini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 11,620.00 11,650.00
SGD 9,235.40 9,275.60
JPY 113.18 113.82
MYR 3,505.29 3,542.43
CNY 1,858.60 1,872.20
THB 355.66 357.59
HKD 1,498.70 1,503.15
EUR 16,044.95 16,110.85
AUD 10,807.75 10,860.25
GBP 19,549.55 19,624.45
Last update: 23 Apr 2014 09:00 WIB
Infrastruktur
Kamis, 22 Agt 2013 08:07 WIB - http://mdn.biz.id/n/46297/ - Dibaca: 258 kali
Inovasi Sektor Konstruksi Harus Hasilkan Produk Efisien
MedanBisnis - Jakarta. Sektor konstruksi ditantang untuk menghasilkan produk-produk yang mendukung pembangunan lebih cepat dan lebih ramah lingkungan. Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU), Hermanto Dardak mengatakan Pemerintah menginginkan konstruksi bangunan dan infrastruktur di Indonesia berlangsung efisien, rendah polusi dan memiliki aspek keamanan yang tinggi.
Hal tersebut disampaikan Hermanto Dardak saat membuka International Conference Indonesia Structure Engineering Society di Hotel Borobudur, Jakarta pada Selasa lalu. Selain dihadiri peserta lokal, acara yang diselenggarakan oleh Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) tersebut juga dihadiri peserta dari Jepang, Malaysia, Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Menurut Wakil Menteri PU, salah satu inovasi konstruksi yang mulai marak dipakai ialah teknologi beton pra cetak (pre-cast). Dengan teknlogi tersebut, beton dikerjakan dipabrik untuk kemudian disatukan di lokasi pekerjaan. Hermanto Dardak menilai, dengan beton pra cetak maka konstruksi suatu bangunan akan berlangsung lebih cepat dan memiliki kualitas yang tinggi.

"Polusi juga lebih rendah, karena dikerjakan di pabrik. Seperti contohnya pembangunan jembatan pra cetak di jalan Casablanca dan jalan Antasari, dengan beton yang di pre-cast maka manajemen lalu lintas di lokasi pembangunan jembatan tidak terlalu menganggu para pengendara selama pengerjaannya," imbuhnya.

Beton pra cetak Indonesia pun diyakini memiliki kualitas sangat baik dan mampu bersaing dengan negara-negara lain. Hermanto Dardak menambahkan, bahkan sudah ada negara lain seperti Myanmar yang meminta pelatihan teknologi tersebut dan pembuatan pabrik pre cast di negaranya.
Dalam conference yang digelar HAKI tersebut, Hermanto juga menilai para ahli konstruksi Indonesia untuk dapat mengadopsi teknologi tahan gempa yang dimiliki Jepang maupun teknologi pemeliharaan gedung tua yang dilakukan Amerika Serikat.

Jepang yang memiliki kondisi geografis mirip Indonesia, dipandang memiliki keunggulan dalam sistem konstruksi bangunan tahan gempa.Sementara Amerika Serikat, Hermanto Dardak memberikan apresiasi dalam keberhasilannya melakukan renewable bangunan. Amerika saat ini memiliki banyak bangunan yang sudah berusia tua yang hal itu juga banyak terdapat di Indonesia.

"Amerika bangunannya umurnya sudah akan habis, bagaimana manajemen aset kalau bangunan menjelang habis. Ini menjadi topik penting ke depan," ungkap Hermanto Dardak. (kpu)
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook