User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia Yang Lebih Baik
 
Ex. Inggris
 
Berita Terkini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 11,570.00 11,600.00
SGD 9,197.90 9,237.25
JPY 112.79 113.42
MYR 3,537.52 3,575.24
CNY 1,847.90 1,861.45
THB 356.92 360.95
HKD 1,492.10 1,496.45
EUR 15,995.55 16,061.45
AUD 10,716.15 10,767.25
GBP 19,433.05 19,507.75
Last update: 25 Apr 2014 09:00 WIB
Kesehatan & Keluarga
Minggu, 03 Feb 2013 09:13 WIB - http://mdn.biz.id/n/10613/ - Dibaca: 541 kali
Menilik Pengobatan Herbal Tradisional dengan Sudut Pandang Medis Modern
Stetoskop dr. Roveny
dr Roveny
Sejalan dengan perkembangan zaman, metode pengobatan juga turut mengalami perkembangan yang sifatnya linear. Mulai dari konsep pengobatan berbasis magis sakral pada zaman sebelum masehi, yang kemudian mengalami kemajuan menjadi paradigma empiris hingga metodologis analitik seperti sekarang ini. Begitu pun, pengobatan tradisional terutama berbahan herbal atau tumbuhan masih menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam dinamika kesehatan masyarakat. Alasannya beragam, mulai dari isu biaya hingga ketakutan pada metode medis modern.
Secara sederhana, pengobatan tradisional dapat didefinisikan sebagai kumpulan pengetahuan, keterampilan, praktik kesehatan yang berdasarkan pada teori, kepercayaan, serta pengalaman yang dipengaruhi oleh kehidupan sosial budaya. Pengobatan tradisional lebih berbasis bukti atau pengalaman dan bukan ilmiah. Apabia diposisikan berbarengan dengan pengobatan medis, maka pengobatan tradisional dapat berperan sebagai metode alternatif (menggantikan pengobatan medis), metode komplementer (pelengkap pengobatan medis), serta metode integratif (menggabungkan pengobatan medis dan tradisional).

Sesungguhnya, pengobatan tradisional sendiri pun beragam. Mulai dari pengobatan herbal, mineral, hingga metode seperti akupuntur, taiji, yoga. Khusus untuk pengobatan herbal, beberapa di antaranya telah menjalani uji klinis dan diproses menjadi obat-obatan modern. Sebagai contoh, obat digitalis (penguat jantung), artemisin (antimalaria), vincristin (antikanker) yang semuanya berasal dari tanaman.

Banyak yang menganggap bahwa herbal merupakan metode alami sehingga tidak akan memberikan efek samping yang berarti. Pendapat tersebut benar selama herbal yang dimaksud benar-benar murni dari tumbuhan dan bukan jamu-jamuan yang telah diracik dengan obat tertentu, misalnya steroid.

Namun, tentu saja bukan hanya aspek itu yang dipertimbangkan untuk memutuskan penggunaan pengobatan herbal. Obat-obat herbal memberikan masa laten yang cukup panjang, artinya membutuhkan waktu lama untuk bisa memberikan efek yang diharapkan. Sifat ini membuat obat herbal tidak cocok untuk penyakit akut yang sifatnya mengancam nyawa atau membutuhkan pertolongan segera.

Obat-obat tradisional juga sulit ditakar secara kuantitatif. Akibatnya, kita tidak bisa menilai dosis, kadar zat aktif, dan ukuran matematis sejenis dalam pemakaian obat-obat herbal. Herbal juga mengandung lebih dari satu zat. Jadi, misalnya Anda mengonsumsi tumbuhan X dan Anda mengharapkan efek A dari zat A yang ada di dalam X. Secara bersamaan Anda juga akan mendapat efek B dari zat B dan efek C dari zat C. Hal tersebut dikarenakan tumbuhan X mengandung zat A, zat B, dan zat C. Obat-obat modern mengekstrak zat A sehingga Anda bisa mendapatkan efek tunggal. Lebih jauh lagi, penggabungan herbal dengan obat modern yang tidak tepat ada kalanya berisiko memberikan efek samping yang besar, terutama untuk golongan obat penenang dan obat antipembekuan darah.

Di masyarakat mungkin sering beredar pendapat mengenai khasiat tumbuh-tumbuhan tertentu terhadap tubuh. Ada yang benar dan ada yang salah, ada yang berbasis pengalaman dan ada yang berbasis teori. Berikut ini dipaparkan beberapa jenis tanaman herbal yang sering diteliti dan kerap dianggap bermanfaat bagi tubuh.

Temulawak berfungsi menurunkan kolestrol darah, meringankan gejala gangguan pencernaan, melindungi hati, meningkatkan produksi ASI, meningkatkan selera makan, serta mempercepat pengecilan rahim setelah melahirkan. Kunyit berfungsi menurunkan lemak darah, mengurangi rasa tidak enak di perut, serta melindungi hati. Sambiloto dianggap dapat meringanakan rematik, flu, tukak lambung, penyumbatan pembuluh darah, kencing manis, serta radang telinga.

Daun salam dipercaya bermanfaat untuk sakit maag, diare, kencing manis dan darah tinggi. Daun jambu biji bermanfaat meningkatkan keping darah (trombosit) pada demam berdarah. Jahe merah bermanfaat untuk mabuk perjalanan, muntah, nyeri perut. Mengkudu memiliki efek melindungi hati, menurunkan tekanan darah dan gula darah.

Selanjutnya, pilihan menggunakan pengobatan herbal tradisional tentu saja berpulang kepada pribadi masing-masing. Bukan praktisi kesehatan Anda yang harus mengambil sikap tetapi Anda. Tentu saja setelah mengetahui baik buruk serta kelebihan dan kekurangan. ( Pengobatan Herbal Tradisional)
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook