User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia Yang Lebih Baik
 
Ex. KPU atau Petugas
 
Berita Terkini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 11,560.00 11,600.00
SGD 9,309.00 9,357.20
JPY 113.93 114.68
MYR 3,669.34 3,669.34
CNY 1,860.70 1,876.30
THB 359.06 363.11
HKD 1,491.40 1,497.10
EUR 15,732.05 15,810.85
AUD 10,858.35 10,920.35
GBP 19,799.95 19,892.95
Last update: 12 Jul 2014 09:00 WIB
Agribisnis
Senin, 29 Apr 2013 07:43 WIB - http://mdn.biz.id/n/26410/ - Dibaca: 1,121 kali
Akan Dilepas sebagai Unggulan Sumut
Unggulan Sumut
Jambu air Merah Kesuma dan Deli Hijau merupakan varietas unggul yang rencananya akan dilepas oleh Menteri Pertanian (Mentan) Indonesia sebagai varietas unggul nasional. Nantinya, Merah Kesuma dan Deli Hijau akan menambah daftar buah unggul asal Sumut yang sudah dilepas Mentan sejak 1997.
Kepala UPT Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Sumatera Utara (BPSB Sumut), Sugeng Prasetyo didampingi stafnya Sangkot Situmorang mengatakan, secara keseluruhan dari 1997 hingga sekarang baru terdapat 28 buah varietas unggul asal Sumut yang setelah dilepas Mentan menjadi varietas unggul nasional.

"Kita sudah memprosesnya setahun lalu, dan kita harapkan tahun ini sudah bisa dilepas. Kalau sudah dilepas, berarti akan menambah varietas unggul asal Sumut menjadi 30," katanya.

Varietas unggul asal Sumut yang sudah dilepas itu, yakni pisang barangan dari Deliserdang, rambutan brahrang dari Langkat pada tahun 1997, jeruk siem madu dari Karo, salak padang sidempuan merah, dan salak padang sidempuan putih dari Tapanuli Selatan (Tapsel) pada tahun 1999.

Kemudian, markisa berastagi dari Karo, jeruk keprok sipirok dari Tapsel, pada tahun 2000. Jeruk keprok maga dari Mandailing Natal pada tahun 2001. Kuini barus dari Tapanuli Tengah dan salak sibakua dari Tapsel pada tahun 2002.

Selanjutnya, belimbing pancur batu dari Deliserdang, nenas simalungun dari Simalungun pada tahun 2003, terung tamarilo dari Dairi pada tahun 2004. Kemudian, jambu biji deli, pisang keprok bangun sari dari Deliserdang dan sawo Asahan pada tahun 2005.

Duku tembung dari Deliserdang pada tahun 2006, buwataras dari Karo, nenas dari Phakpak Barat pada tahun 2007, durian bintana dari Deliserdang, jeruk Keprok Brasitepu dari Karo pada tahun 2008.

Salak jambon berdikari, mangga kelong, mangga malaba dari Deliserdang pada tahun 2009. Kesemek Simalem dari Karo pada tahun 2010, cempedak sumana, durian ginting, durian sikapal dari Deliserdang pada tahun 2011.

Dibandingkan dengan banyaknya jumlah buah varietas unggul asal Sumut yang sudah dilepas oleh Mentan, 28 varietas ini merupakan angka yang kecil mengingat masih banyak lagi buah yang belum diidentifikasi.

Hal tersebut salah satunya disebabkan terbatasnya sumber daya manusia yang dimiliki. "Jika mengandalkan sumber daya manusia yang ada di BPSB saat ini, sangat kurang mencukupi sehingga harus dibantu dari pihak universitas yang memiliki ahli yang banyak," katanya.

Sunardi, sebagai pemilik jambu Merah Kesuma dan Deli Hijau, mengatakan, kedua jambu air tersebut memiliki kelebihan yang tidak dimiliki kebanyakan jambu air yang selama ini sudah dikenal masyarakat. Dari 17 jenis jambu air yang dikembangkanya saat ini, Kesuma Merah dan Deli Hijau memiliki kualitas jauh di atas semuanya.

"Saat ini yang ada baru Surat Keputusan Perlindungan Varietas dari Dirjen Pertanian, yang dikirim sebulan lalu, sekarang ini kita tinggal menunggu dari SK Menteri Pertanian," ujarnya.

Misalnya dari sisi produktifitas, Deli Hijau yang ukuran maksimalnya bisa mencapai 200 gram per buah, bisa berbuah sepanjang tahun dan mengalami puncak produksi sebanyak 3 kali dalam setahun. Kemudian, dapat berbuah dalam usia 1 - 2 tahun.

Sedangkan untuk Merah Kesuma, untuk bisa berbuah lebih lama yakni 2 tahun. Namun, ketika sudah berbuah juga tidak mengenal musim alias bisa muncul setiap hari. Berat buahnya juga lebih besar dari Deli Hijau, yakni 250 - 300 gram per buahnya.

Dikatakan Sunardi, sebelum dilepas Mentan sekalipun, saat ini sudah banyak pemesan dari luar Sumut untuk dibudidayakan secara luas. Bahkan ada pula peminat dari Sulawesi yang berkeinginan untuk mengembangakannya di sana.

Namun menurutnya, saat ini dirinya lebih fokus untuk lebih mengembangkannya secara besar-besaran di Binjai sebelum dikembangkan secara luas di daerah lain. Hal tersebut bukannya tanpa alasan, menurutnya akan lebih baik jika sebagai kota asalnya, Binjai lebih dulu memiliki kawasan tersendiri yang mengembangkan jambu air Merah Kesuma dan Deli Hijau secara luas.

"Saya tak mau kalau kita sebagai kota asalnya malah tak punya kawasan pengembangannya sendiri, jangan pula malah daerah lain yang berhasil mengembangkannya," ujarnya.

Langah konkret yang sudah dilakukannya adalah dengan membentuk komunitas petani yang memebudidayakan jambu air Merah Kesuma dan Deli Hijau bernama Pondok Bengkel Hijau Nursery dengan anggota 36 orang.

Seluruh anggotanya, saat ini juga mengembangkannya di pekarangan rumahnya dengan jumlah minimal batang sebagai kewajiban menjadi anggota kelompok yang mandiri.

Di kebunnya sendiri, lanjut Sunardi, terdapat 160 batang tanaman usia 2 tahun, dan 1.500 bibit siap jual umur 4 bulan dengan tinggi 30 centimeter yang dijualnya dengan harga Rp 25.000 - Rp 30.000.

"Untuk yang Deli Hijau, untuk menghasilkan buah maksimal, tunggu 8 bulan lagi, kalau di umur 8 bulan sudah bunga, buang saja, tunggu sampai setahun, kalau tidak bisa berpengaruh terhadap pertumbuhan fisiknya," ungkapnya kepada MedanBisnis, Kamis (25/4).

Dikatakan Sunardi, seluruh anggota kelompok, saat ini sudah memiliki kemampuan berkaitan dengan jambu air, khususnya yang Merah Kesuma dan Deli Hijau.

Segala perkembangan tentang pertanian, selalu dibicarakan di saung yang berada di samping rumah tinggalnya. "Dengan begitu, setiap orang yang bekerja di sini, sangat mengetahui tentang pertanaman, bahkan untuk proses pelabelan," katanya. ( dewantoro)
Piala Dunia 2014
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook