User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia Yang Lebih Baik
 
Ex. IBM atau Teknologi
 
Berita Terkini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 11,395.00 11,425.00
SGD 9,106.50 9,145.95
JPY 111.61 112.25
MYR 3,500.77 3,538.01
CNY 1,827.90 1,841.70
THB 351.92 356.21
HKD 1,469.30 1,473.65
EUR 15,755.95 15,821.45
AUD 10,670.35 10,721.35
GBP 19,167.55 19,242.05
Last update: 17 Apr 2014 09:00 WIB
Metropolitan
Selasa, 14 Mei 2013 08:52 WIB - http://mdn.biz.id/n/29171/ - Dibaca: 836 kali
Jumlah Perokok Aktif di Indonesia Capai 58,5 Juta Jiwa
MedanBisnis - Medan. Ternyata jumlah perokok aktif di Indonesia sebanyak 58.588.607 jiwa. Dari jumlah itu, kelompok umur 15 - 19 tahun yang merokok aktif dan kadang-kadang mencapai 3.875.597 jiwa. Sementara itu, kelompok umur 20 - 24 tahun mencapai 5.772.359 jiwa. Data ini berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010.
Peneliti Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Abdillah Ahsan dalam presentasi dampak dan bahaya rokok bagi kesehatan sebagai upaya perlindungan menjelaskan, saat ini memang tidak susah mencari anak tingkat SMP yang merokok. Akibatnya, 10 - 20 tahun mendatang, mereka yang merokok tadi seharusnya memasuki usia produktif untuk bekerja, namun yang terjadi Indonesia akan panen penyakit.

"Apalagi sejak SMP sudah merokok atau berprilaku tidak sehat, maka membuat negara ini bangkrut. Sebab, Indonesia akan panen penyakit 10 - 20 tahun kemudian. Negara akan menanggung biaya perobatan mereka ketika Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) 2014 berlaku," terang Abdillah Hasan dalam Workshop Penguatan Partisipasi Jurnalis Terhadap Pengendalian Dampak Rokok di Medan, Sabtu (11/5).

Disebutkannya, seorang perokok minimal mengkonsumsi rokok per hari satu bungkus dan uang yang dikeluarkannya Rp10 ribu. Berarti, perbulannya perokok mengonsumsi 30 bungkus dan uang yang dikeluarkannya sebesar Rp300 ribu. Sedangkan satu tahun, minimal 365 bungkus dan uang yang dikeluarkannya Rp.3.650.000.

"Ternyata dalam sepuluh tahun, maka rokok yang dikonsumsi sebanyak 3650 bungkus, maka mengeluarkan biaya sebesar Rp36,5 juta. Berarti, dalam 10 tahun kesempatan yang hilang akibat merokok adalah biaya haji, sekolah sarjanan, DP rumah dan mobil dan sebagainya," sebutnya.

Apalagi dijelaskan, dalam UU Nomor 39 tahun 2007 tentang Cukai Pasal 2 ayat 1, maka konsumsi perlu dikendalikan, peredarannya perlu diawasi, pemakaiannya berdampak negatif bagi masyaralat atau lingkungan hidup.

"Dalam hal ini, maka perlu kebijakan pengendalian konsumsi rokok yang komprehensif. Seperti perlu pelarangan penjualan batangan agar harga rokok tidak terjangkau, perlu sistem lisensi dalam penjualan rokok dan kebijakan lainnya," ujarnya.

Sementara itu, Ahli Jantung Prof Sutomo Kasiman, SpPD, SpJP mengakui, rokok salah satu penyebab tersumbatnya pembuluh darah. Akibatnya, aliran darah menuju otot jantung menjadi terhenti, sehingga bisa menimbulkan penyakit jantung koroner.

"Gejalanya seperti nyeri hingga ke bahu atau punggung, dada hingga aktivitaspun terganggu. Seseorang yang merasakan gejala akan merasa cemas, gelisah, keringat dingin, denyut jantung lambat dan sebagainya," bebernya Sutomo sembari mengatakan, upaya perlindungan bahaya rokok ini perlu peran sentral dari para jurnalis untuk mencegah kebiasaan merokok sejak dini, upaya penyuluhan dampak merokok kepada masyarakat dan sebagainya. (khairunnas)
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook