User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia Yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 11,395.00 11,425.00
SGD 9,106.50 9,145.95
JPY 111.61 112.25
MYR 3,500.77 3,538.01
CNY 1,827.90 1,841.70
THB 351.92 356.21
HKD 1,469.30 1,473.65
EUR 15,755.95 15,821.45
AUD 10,670.35 10,721.35
GBP 19,167.55 19,242.05
Last update: 17 Apr 2014 09:00 WIB
Agribisnis
Sabtu, 18 Mei 2013 07:47 WIB - http://mdn.biz.id/n/29945/ - Dibaca: 1,020 kali
Tista Waringin Berhasil Temukan Pakan Penentu Kelamin Domba
MedanBisnis - Sei Rampah. Penemu domba waringin unggul yang memiliki bobot hingga 200 kilogram perekor, Tista Waringin Sitompul, mengajak generasi muda peternak di tanah air jangan berhenti berinovasi.
Di Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), jebolan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) tahun 1978 ini semakin disibukkan dengan profesionalismenya pada peternakan.

Domba hasil perkawinan silang (F1S) ini terus dikembangkan dan diseleksi melalui penelitian selama bertahun-tahun untuk memeroleh domba yang paling baik dan tahan terhadap penyakit. Kemudian, ia menyilangkan kembali domba Barbados Perut Hitam asal Karibia, Amerika, dengan domba Kampung sehingga dihasilkan domba F1B.

Selanjutnya, domba St Croix jantan, yang juga berasal dari Karibia, disilangkan dengan domba kampung betina sehingga diperoleh keturunan F1C.

"Domba hasil perkawinan silang F1B dan F1C ini juga dikembangkan dan diseleksi untuk memperoleh domba keturunan terbaik.

Selanjutnya, domba terbaik F1B disilangkan dengan domba terbaik F1C. Hasil perkawinan silang antara F1B dan F1C ini kemudian disilangkan lagi dengan domba F1S. Nah, hasil perkawinan inilah yang menghasilkan domba pedaging unggul, yaitu domba Waringin," jelasnya.

Sat ini Sitompul ditantang bisa menciptakan instrumen dalam penentuan jenis kelamin pada kelahiran domba baru yang diharapkan.

"Ada peternak yang meminta satu periode kelahiran anak domba berjenis betina semua untuk mengejar laju populasi domba waringin. Ada juga yang meminta kelahiran anak domba jenis jantan semua untuk tujuan Qurban dan Aqikah," kata Sitompul ketika ditemui MedanBisnis, Rabu (15/5).

Tantangan peternak itu kini terjawab. "Awal dari pemahaman ilmu embriologi pada ruminansia. Pada fase morulla dan blastula, jenis kelamin embrio cenderung herma prodit.

"Pada fase inilah saya merekayasa jenis kelamin dengan memperhatikan tingkat keasamannya. Di fase ini juga pakan yang diberikan pada domba yang hamil diatur keasamannya, sehingga pada pH (derajat keasaman) di bawah 7 akan menghasilkan anak domba berjenis kelamin jantan.

Sedangkan pada pPH lebih besar dari 7 cenderung menghasilkan anak domba betina," jelasnya.
Saat ini sudah dihasilkan konsentrat (pakan suplemen) untuk domba yang bisa menentukan jenis kelamin anak domba yang diharapkan, baik betina maupun jantan.

Pakan yang dihasilkan itu tidak menggunakan bahan hormon atau bahan kimia sintetik, melainkan bahan pakan murni (alami) yang diatur dalam komposisi pembuatan pakan konsentrat.

Diharapkan, pada kelahiran Juni 2013, domba-domba waringin yang dikembangkan di sentra peternakan domba waringin di Kecamatan Pangkalansusu, sebanyak 400 ekor induk sedang bunting akan melahirkan anak domba waringin betina.

Menurutnya, kelahiran itu akan mencapai tingkat keberhasilan sekitar 90% sesuai yang diharapkan.

Dengan setting jenis anak domba yang dihasilkan itu, peternak bisa membuat perencanaan bisnis sesuai dengan permintaan pasar, baik lokal maupun luar negeri.

Domba Waringin betina bisa melahirkan anak 2-4 ekor dalam satu kelahiran. Dengan demikian, domba Waringin ini tergolong domba yang sangat prolifik. Domba waringin tahan terhadap penyakit, tidak pilih-pilih makanan. Semua jenis rumput dan konsentrat disukai domba Waringin. Serat daging domba Waringin lebih halus dibandingkan domba galur lain.

Yang terakhir, sebagai domba hasil perkawinan silang antara domba luar negeri dengan domba lokal, tentu saja domba Waringin ini cocok diternakkan di seluruh wilayah Indonesia yang beriklim tropis. (misno)
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook