User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia Yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 11,420.00 11,440.00
SGD 9,111.90 9,143.35
JPY 111.10 111.63
MYR 3,507.78 3,545.17
CNY 1,832.40 1,844.35
THB 352.61 356.37
HKD 1,472.50 1,475.60
EUR 15,759.65 15,811.35
AUD 10,635.45 10,678.15
GBP 19,162.75 19,220.45
Last update: 21 Apr 2014 09:00 WIB
Aceh Bisnis
Selasa, 25 Jun 2013 07:25 WIB - http://mdn.biz.id/n/36684/ - Dibaca: 1,433 kali
Bupati Aceh Selatan Mutasi 172 Pejabat
PENGAMBILAN SUMPAH Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra SH melantik dan mengambil sumpah sebanyak 172 orang pejabat setingkat eselon IIB dan III di lingkungan Pemkab setempat. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah berlangsung di Gedung Pertemuan Rumoh Agam Tapaktuan, Senin (24/6) sekitar pukul 15.00 Wib. (n medanbisnis/ck 04.)
MedanBisnis - Tapaktuan. Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra SH menggelar mutasi pejabat struktural secara besar-besaran di awal masa kepemimpinannya. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah berlangsung di Gedung Pertemuan Rumoh Agam Tapaktuan, Senin (24/6) sekitar pukul 15.00 WIB.
Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 172 pejabat yang terdiri dari 35 pejabat setingkat eselon IIB dan 137 pejabat setingkat eselon III di lingkungan Pemkab Aceh Selatan masuk dalam gerbong mutasi.

Dari 35 pejabat struktural eselon IIB yang dimutasi, 10 orang di antaranya dibangkupanjangkan (non job) serta dua orang lainnya memasuki masa pensiun.

Dari 35 pejabat yang dimutasi di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Mualimin SE menjadi Kadis Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga menggantikan Drs Syaripuddin yang diangkat menjadi Kepala Dinas Kesehatan. Kepala BKPP Said Junaidi SH menjadi staf pada Setdakab Aceh Selatan, penggantinya Fahkruddin SSos MSi yang sebelumnya Pj Kadis Kelautan dan Perikanan.

Sedangkan posisi yang ditinggalkan Fahkruddin dijabat Cut Yusminar APi yang sebelumnya staf di setdakab. Kepala Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian TR Fahsul Falah SSos MSi diperbantukan pada bidang diklat BKPP, posisi yang ditinggalkannya dijabat Ir M Kudus yang sebelumnya staf di Setdakab.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Syaiful Azhar SE menjadi staf di setdakab, posisi yang ditinggalkannya dijabat Drs Tio Achriyat yang sebelumnya Kadis Perhubungan dan Kominfo. Sedangkan posisi yang ditinggalkan Tio dijabat Erwiandi SSos MSi yang sebelumnya Asisten Pemerintahan.

Sedangkan posisi yang ditinggalkan Erwiandi dijabat Drs Zulachfi MSi yang sebelumnya Kadis Kehutanan dan Perkebunan. Sebagai pengganti Zulachfi diangkat Ir Manaf Aldy MM yang sebelumnya Camat Labuhan Haji Barat.

Kepala Disperindagkop dan UKM Suhasmi diperbantukan pada bidang diklat BKPP. Posisi yang ditinggalkannya dijabat Hj Hayatun SH yang sebelumnya sekretaris pada dinas tersebut.
Kepala Dinas Pertambangan Energi dan Sumber Daya Mineral Isa Ansari SH diperbantukan pada bidang diklat BKPP. Posisi yang ditinggalkannya dijabat Drs H Syamsulijar yang sebelumnya staf di setdakab.

Kepala Dinas Pendidikan Karman BA SE yang sudah memasuki masa pensiun digantikan H Yusafran SPd yang sebelumnya staf di setdakab.

Kepala Pelaksanan BPBD Drs Masdi MM diperbantukan sebagai staf di setdakab, penggantinya Cut Syazalisma SSTP. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Halimuddin SH MM menjadi staf setdakab, penggantinya Zaini Bakri SSos MM yang sebelumnya Kepala Bagian Pemerintahan Setdakab.

Staf Ahli bidang Sosial Tenaga Kerja dan Keistimewaan Aceh T Asrul Ali SHut menjadi staf setdakab, penggantinya Drs Musni Yakob yang sebelumnya Kepala Dinas Syariat Islam.

Staf Ahli bidang Pendidikan dan Kesehatan Syukri SH MM diperbantukan pada bidang diklat BKPP, penggantinya Drs H Alimi Jaksa MM yang sebelumnya Staf Ahli bidang Perencanaan Infrastruktur Setdakab.

Kepala Bappeda Mardaleta SE MKes menjadi staf setdakab, posisi yang ditinggalkannya dijabat Drs Mufti A Bakar yang sebelumnya Kepala Inspektorat. Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian Drs Rasyidin menjadi Asisten Umum Setdakab. Drs H Basyarudin Syam yang sebelumnya staf setdakab dipromosikan menjadi pengganti Rasyidin.

Drs Azwarahman MSi yang sebelumnya staf di BKPP dipromosikan menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan HAM dan Ir Herman MM yang sebelumnya staf setdakab dipromosikan menjadi Staf Ahli Bupati bidang Perencanaan Infrastruktur.

Bupati dalam sambutannya mengatakan, terhadap para pejabat yang telah dilantik akan dilakukan evaluasi kinerja selama enam bulan ke depan.

"Jika saudara-saudara tidak mampu menunjukkan kinerja yang optimal atau tidak mampu berlari kencang menyaingi kecepatan larinya bupati, maka saudara akan tertinggal dan terpaksa harus saya ganti kembali dengan figur yang mampu berlari kencang," tegasnya. Ia menyatakan mutasi pejabat tersebut dilakukan secara professional, tidak ada intervensi pihak manapun.

"Perlu saya ingatkan, bahwa saudara-saudara saya angkat hari ini tidak ada saya pungut biaya sepeser pun. Artinya bahwa jabatan saudara tersebut gratis atau free, maka sebab itu saya minta saudara-saudara bekerja secara maksimal dalam melayani rakyat dan membangun Aceh Selatan yang lebih maju di masa depan," kata Sama Indra.

Disesalkan
Namun mantan Ketua DPC Partai Demokrat yang juga Wakil Ketua DPRK Aceh Selatan, Marsidiq mengatakan, pihaknya selaku pengusung pasangan bupati dan wakil bupati kecewa terhadap kebijakan mutasi pejabat tersebut.

Menurutnya, kebijakan tersebut tidak sesuai dengan komitmen dan janji Bupati HT Sama Indra saat kempanye yang mengatakan akan menempatkan pejabat sesuai bidang ilmunya.

"Contoh soal diangkatnya Mualimin SE sebagai Kadis Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olahraga, padahal latar belakangnya sebagai guru sekolah dasar. Bukankah jauh-jauh hari sebelumnya bupati telah berjanji dan berkomitmen menempatkan pejabat sesuai bidang ilmunya," sesal Marsidiq.

Dia menilai komposisi pejabat yang baru dilantik masih di bawah bayang-bayang pengarug Sekretaris Daerah Drs H Harmaini MSi yang orangnya bupati lama.

"Saya menilai belum ada perubahan signifikan dalam kebijakan mutasi pejabat itu. Bupati saya nilai sudah tidak sesuai dengan komitmen awalnya.

Kebijakannya terkesan sudah disusupi para birokrat pemain lama di lingkungan Pemkab Aceh Selatan. Jika hal ini tidak segera ia waspadai, tidak tertutup kemungkinan ini awal kehancuran bagi dirinya sendiri," ucap Marsidiq. ( ck 04)
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook