User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia Yang Lebih Baik
 
Ex. Konsumen atau Cerdas
 
Berita Terkini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 11,620.00 11,650.00
SGD 9,235.40 9,275.60
JPY 113.18 113.82
MYR 3,505.29 3,542.43
CNY 1,858.60 1,872.20
THB 355.66 357.59
HKD 1,498.70 1,503.15
EUR 16,044.95 16,110.85
AUD 10,807.75 10,860.25
GBP 19,549.55 19,624.45
Last update: 23 Apr 2014 09:00 WIB
Terkini
Kamis, 25 Jul 2013 00:45 WIB - http://mdn.biz.id/n/42186/ - Dibaca: 224 kali
Polisi Tembak Kaki Rampok Bersenpi di Semarang
MedanBisnis - Semarang. Satu dari tiga perampok bersenjata yang melakukan aksinya hari Senin (22/7) lalu di sebuah rumah toko (ruko) Jalan Cinde Barat Semarang berhasil dibekuk unit Resmob Polrestabes Semarang di Solo.
Pelaku yang bernama Sindu Danuarta (36) itu terpaksa menerima timah panas petugas di betis kirinya karena berusaha kabur saat ditangkap. Menurut pengakuan pria yang akrab dipanggil Danu itu, ia bekerjasama dengan dua pelaku lain yaitu Hendrik alias Aji (37) dan Tubagus Indra Gunawan AP (38). Danu bertugas sebagai tukang antar jemput, namun dalam aksi hari senin kemarin, ia ikut andil memukul korban Jajang Yulianto dengan pistol jenis air softgun. "Saya ikut mukul korban dikepala bagian belakang terus diikat pakai lakban. Yang bawa pistol dua, saya sama Aji," kata Danu saat digelandang ke Mapolrestabes Semarang, Jl Dr Sutomo, Rabu (24/7/2013). Dari dua korban Jajang Yulianto dan Rendyanto Subroto, komplotan perampok tersebut membawa kabur uang senilai Rp 680 juta serta dua mobil Nissan X-trail dan Suzuki Swift milik korban. Dari hasil rampokan itu, Danu mendapatkan bagian Rp 100 juta. "Separuh uangnya ada di bank dan menebus Vixion Rp 15 juta yang digadaikan," ujarnya. "Yang paling banyak dapet Aji, Rp 250 juta," imbuh Danu. Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Elan Subilan mengatakan perampokan berawal dari perkenalan dua korban dengan komplotan perampok yang menjanjikan pinjaman sebesar Rp 5 miliar untuk usaha. Namun sebagai syarat, korban harus menyiapkan sejumlah uang. "Jajang (korban) berjuang mencari uang dan dapat Rp 680 juta. Kemudian malam sebelum kejadian (Minggu) pelaku menginap di Hotel Ciputra dan siangnya mendatangi Jajang. Korban (Jajang) dipukul kepalanya di bagian belakang hingga menerima tiga jahitan," pungkas Elan. Dalam pelariannya, pelaku meninggalkan mobil X-trail di depan Alfamart jalan Dr Wahidin dan mobil Swift di depan markas Yonif 400/Raider. Dari hasil penyelidikan, Danu berhasil ditangkap oleh unit Resmob Polrestabes Semarang di rumahnya di Desa Gompang, Kartasura, Solo. Sementara itu tersangka Hendrik alias Aji ditangkap oleh Polda DIY karena sudah menjadi DPO dalam kasus serupa. Sedangkan tersangka Tubagus Indra hingga saat ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian. Selain dua mobil milik korban, diamankan pula satu motor Kawasaki Ninja, motor Mio, motor trail milik Aji, Yamaha Vixion milik Danu, dua airsoftgun, delapan buku tabungan, uang tunai senilai Rp 28 juta, sembilan KTP dengan foto serupa namun dengan lima indentitas berbeda yaitu Eric Setiawan, Tatang Andriansyah , Rahmat Hidayat, Rahmat Hendrik Suharno, dan Taufik Hidayat. Adapun lima kartu anggota kujang shooting club Perbakin DKI Jaya dengan nama Eric Setiawan dan Taufik Hidayat. Akibat perbuatannya, Danu dijerat pasal 365 (1) KUHP tentang Pencurian disertai Kekerasan dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara. (dtc)

KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook