User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia Yang Lebih Baik
 
Ex. IBM atau Teknologi
 
Berita Terkini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 11,395.00 11,425.00
SGD 9,106.50 9,145.95
JPY 111.61 112.25
MYR 3,500.77 3,538.01
CNY 1,827.90 1,841.70
THB 351.92 356.21
HKD 1,469.30 1,473.65
EUR 15,755.95 15,821.45
AUD 10,670.35 10,721.35
GBP 19,167.55 19,242.05
Last update: 17 Apr 2014 09:00 WIB
Umum
Selasa, 24 Sep 2013 10:25 WIB - http://mdn.biz.id/n/52585/ - Dibaca: 1,545 kali
Polisi Selidiki Kematian Yohana Pardede
MedanBisnis - Medan. Ketua DPC Partai Gerindra Kota Medan Yohana Pardede meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke rumah sakit, Senin (23/9) dini hari. Pihak keluarga melaporkan kematian putri mantan Gubsu Rudolf Pardede ini ke polisi karena curiga ada yang tidak wajar.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Medan, Komisaris Polisi Jean Calvijn Simanjuntak menyatakan, pihaknya kini menunggu hasil otopsi dari RS dr Pirngadi Medan. Laporan hasil otopsi itu penting untuk membantu penyelidikan.

"Secara resmi hasil otopsi masih belum diterima," kata Calvijn.
Kendati belum menerima laporan resmi, namun polisi sudah menerima informasi awal. "Berdasarkan visum luar, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan," ujar Calvijn.

Namun demikian, polisi tetap akan melakukan penyidikan dengan akan memeriksa saksi-saksi, termasuk Rino Handika, yang disebut sebagai orang yang menjemput Yohana dari rumahnya di Jalan Panglima Nyak Makam, Medan Baru pada Sabtu (21/9) malam.
"Saksi ada beberapa nama. Secepatnyalah (dimintai keterangan), karena hari ini kita kan fokus diotopsi," ungkapnya.

Berdasarkan data yang diperoleh di Mapolresta Medan, laporan polisi atas kematian Yohana dilaporkan Sintong Sitompul, saudara sepupu almarhum.

Dalam uraian laporannya disebutkan bahwa Yohana dijemput Rino Handika pada Sabtu (21/9). Sekira pukul 04.00 WIB pada Minggu (22/9), Yohana diantar oleh Rino dan seorang perempuan ke RS Herna dalam keadaan tak sadarkan diri. Beberapa jam mendapat perawatan di RS milik keluarga mereka itu, Yohana kemudian meninggal dunia pada Senin (23/9) sekira pukul 01.00 WIB.

Cerita berbeda disampaikan Ramses Simbolon, perwakilan pihak keluarga Rudolf Pardede. Kepada wartawan di instalasi jenazah RS Pringadi Medan, mantan Ketua DPD Gerindra Sumut ini menjelaskan, pada Minggu (22/9), sekitar pukul 09.30 WIB, Yohana diboyong ke RS Herna karena tiba-tiba terjatuh di rumahnya.

Setelah diperiksa tim medis, Yohana diketahui mengalami stroke ringan dan adanya ditemukan gumpalan darah di kepala. Untuk menyelamatkan nyawanya, pihak dokter RS Herna melakukan operasi untuk mengeluarkan gumpalan darah tersebut.

Operasi selesai pada Senin (23/9) sekira pukul 01.30 WIB, namun kondisi Yohana masih kritis. Sekitar 2 jam kemudian, Yohana dinyatakan meninggal dunia.

Yohana merupakan putri pertama Rudolf Pardede, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Ia pernah menjadi anggota DPRD Kota Medan dari PDIP, dan juga Manajer PSMS Medan.

Seiring kepindahan ayahnya dari PDIP ke Gerindra, Yohana pun menyusul dan menjadi Ketua DPC Gerindra Kota Medan. Ia tercatat sebagai caleg no urut I DPRD Kota Medan dari Partai Gerindra dapil Medan 2.

Yohana meninggalkan dua anak, Calvin (20) dan Cesia (14).

Dengan meninggalnya Yohana, maka satu caleg Gerindra bakal kosong di surat suara. Menurut anggota KPU Medan, Rahmat Kartolo Simanjuntak, Peraturan KPU No 7/2013 sebagaimana diubah dalam PKPU No.13/2013 disebutkan tidak ada pergantian calon setelah penetapan DCT. (iskandar/khairunas/edward)
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook