Ilustrasi perdagangan saham.
(Istimewa)
Minggu, 24 Okt 2021 14:55 WIB  •  Dilihat 627 kali  •  https://mdn.biz.id/o/144774/
Ini Faktor Penyebab Naik Turunnya Harga Saham
Medanbisnisdaily.com - Medan. Dalam tiga bulan terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pertumbuhan signifikan dari level 6.096,543 per 2 Agustus ke posisi 6.655,998 pada 19 Oktober. Lalu, apa saja faktor yang menyebabkan naik dan turunnya IHSG?

Untuk diketahui, IHSG adalah sebuah ukuran statistik yang menggambarkan pertumbuhan harga dari sekumpulan saham-saham yang tercatat di bursa saham secara komposit. Indeks digunakan sebagai alat untuk memantau atau mengamati pergerakan harga saham.

Nilai indeks pasar saham dipengaruhi oleh harga saham yang berada di dalam portofolio indeks tersebut dan bobot masing-masing saham itu. Semakin banyak jumlah suatu saham yang beredar dan nilainya semakin besar, maka akan semakin besar bobot saham tersebut dalam mempengaruhi pergerakan indeks harga saham.

"Jadi jika indeks harga saham mengalami kenaikan dalam tiga bulan terakhir, artinya harga saham secara rata-rata yang masuk dalam perhitungan IHSG, sedang mengalami kenaikan harga. Hal ini dapat memberikan informasi kepada para investor saham kalau saham milik mereka kemungkinan besar harganya sedang dalam tren naik," terang Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sumut, M Pintor Nasution, Minggu (24/10/2021).

Pintor mengatakan, tren kenaikan harga saham memberikan sinyal positif yang memperlihatkan pertumbuhan saham tersebut. Sehingga umumnya, jika dalam jangka waktu tertentu terjadi tren naik, kemungkinan akan terus bergerak naik melewati batas resisten levelnya. Atau bisa juga menurun jika sudah mencapai titik tertinggi, dan para investor melakukan aksi ambil untung atau profit taking.

"IHSG memasukkan seluruh saham yang tercatat di BEI dalam perhitungannya. Per 19 Oktober 2021, ada 750 saham yang tercatat dan diperdagangkan di BEI. Jadi, naik atau turunnya IHSG mencerminkan naik turunnya rata-rata harga ke-750 saham tersebut," kata Pintor.

Dia mengatakan, kenaikan harga saham dapat dipicu oleh kondisi fundamental perusahaan yang membaik, situasi ekonomi, politik, stabilitas ekonomi yang baik, serta hukum ekonomi, yakni semakin banyak permintaan beli pada saham yang ada di BEI, maka akan memacu kenaikan harga. Sebaliknya, jika permintaan jual yang tinggi, harga saham akan terkoreksi.

Selain IHSG, BEI juga mempublikasikan indeks saham lain, di antaranya LQ45. Tujuan dibuatnya indeks saham lain, yaitu untuk mengetahui pergerakan saham-saham tertentu, bukan hanya seluruh saham. Indeks LQ45 hanya menghitung pergerakan 45 saham yang tercatat di BEI. Tentu saja, ke-45 saham yang masuk dalam perhitungan indeks LQ45 dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Indeks LQ45 memasukkan 45 saham yang memiliki likuiditas yang tinggi dan kapitalisasi pasar yang besar, serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.

"Bisa dibilang, saham-saham yang ada dalam LQ45 adalah saham-saham blue chips atau disebut juga dengan istilah saham-saham papan atas atau saham dengan kapitalisasi pasar yang besar," kata Pintor.

Reporter
ELVIDARIS SIMAMORA
Editor
RAMITA HARJA
Sumber: AirVisual.com
Berita Terkait
Jumat, 24 Sep 2021 15:22 WIB
Fokus Berita
Komentar Anda