| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com - Rantauprapat. Banjir kembali melanda Kota Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut). Penebangan hutan di hulu sungai dan buruknya drainase dituding menjadi penyebab banjir.
Banjir mulai merendam ribuan rumah warga setelah hujan turun sejak tadi malam hingga pagi tadi. Beberapa kawasan yang mengalami bencana ini antara lain Aek Tapa, Perdamaian Sigambal, Ujung Bandar, Jalan Adam Malik dengan kedalaman hingga 1 meter.
"Ya dimana-mana banjir. Penyebabnya harus kita sadari pohon pohon di hulu sungai itu kan tidak ada lagi, jadi tak ada resapan, dan begitu hujan turun langsung ditumpahkan semua," kata Plt Kadis Kominfo Labuhanbatu, Rajid Yuliawan, saat dikonfirmasi, Senin (27/9/2021).
Selain hutan, Rajid mengakui buruknya drainase juga berperan sebagai penyebab banjir. Menurut Rajid, Pemkab Labuhanbatu sebenarnya sudah menjadwalkan untuk melakukan normalisasi drainase dalam waktu dekat ini.
Hingga siang pukul 14.00 WIB, di beberapa kawasan air masih menggenangi pemukiman warga. Misalnya seperti di Jalan Adam Malik dan di Ujung Bandar Rantau Selatan.
Sebelumnya banjir sejenis juga terjadi di Labuhanbatu, pada Senin (16/8) silam. Penyebabnya sama yakni hujan deras dan buruknya drainase.
Seorang warga perumahan Sipirok yang terdampak banjir, Muhammad Sukma, mengatakan Kota Rantauprapat bukan merupakan daerah langganan banjir. Namun dua banjir yang terjadi dalam periode sebulan terakhir, merupakan PR bagi pemimpin Labuhanbatu yang baru dilantik.
"Ini mungkin karena pembangunan tidak mengikuti peraturan, se-enak hati orang saja, ya itulah jadi semerawut. Termasuk juga banyak anak sungai yang mengalami penyempitan. Ini mohon tolong di tertibkan Bupati baru," katanya.
Pohon Tumbang
Selain banjir, beberapa ruas pohon di Jalan Protokol Rantauprapat juga tumbang akibat hujan dan angin kencang. Mujurnya tidak ada korban jiwa yang terjadi akibat pohon tumbang tersebut.
Dari keterangan BPBD Labuhanbatu, pohon tumbang terjadi di dua tempat yakni di Jalan SM Raja depan Kantor Perijinan Labuhanbatu dan di depan RAM Milano Jl Adam Malik, Rantau Utara. Penyebabnya diduga karena akar pohon tersebut, tidak kuat menancap ke tanah.
Kadis Infokom Rajid mengatakan masalah pohon dan kekuatan akarnya ini juga disadari sebagai 'bom waktu'. Karena itu evaluasi akan secepatnya dilakukan agar jangan sampai memakan korban.
"Ya itu akan kita evaluasi. Hal hal yang menyangkut keamanan dan kenyamanan masyarakat, merupakan konsen utama Pak Bupati saat ini. Dia sudah bilang itu," kata Rajid.

