Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |
Medanbisnisdaily.com-Medan. Sempat tak jalan sejak grounbreaking pada Agustus 2019, namun akhirnya pembangunan venue olahraga di kawasan Sumut Sport Center menemui titik terang.
Ada 2 proyek pembangunan venue olahraga yang akan dibangun di Sport Center, Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Deli Serdang itu, yakni Stadion Madya dan Martial Arst Arena.
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, bersama Forkopimda, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Sekdaprov Sumut, Arief S Trinugroho, dan Kadispora Sumut, Baharuddin Siagian, meletakkan batu pertama.
"Kali ini harus jadi, tak boleh tak jadi. Eh media juga, ayo beritakan ini, dukung kami membangun ini," ujar Gubernur Edy Rahmayadi dalam sambutannya.
Menurut Gubernur Edy Rahmayadi, penyebab sempat tak jalan di tahun 2019 lalu, adalah karena banyak persoalan yang harus diurai dan diselesaikan secara hukum.
Sehingga harus tertunda pembangunannya. Namun Gubernur Edy Rahmayadi mengaku optimis, pembangunan stadion dan Martial Arts Arena berbiaya sekitar Rp 300 miliar itu, akan selesai pada Desember 2022.
"Baru sekaranglah bisa dilakukan peletakan batu pertama dan saya berharap terus berjalan setiap kegiatan. Nanti tambah bulan Juli itu ada stadion utama, di bulan Juni itu ada lapangan bulu tangkis ada volly, indoor, semua indoor," ujar Gubernur Edy Rahmayadi.
Gubernur Edy Rahmayadi mengatakan venue olahraga yang akan dibangun, adalah untuk mendukung prestasi para atlit Sumut, tidak saja di skala lokal, tapi juga nasional, bahkan internasional. Selain itu juga untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi.
"Inilah untuk kebutuhan jangka pendeknya, ada PON 2024. Jangka panjangnya pasti sudah tau, 16 juta penduduk kita dan kita punya potensi untuk olahragawan-olahragawan kita, dan kita harus fasilitasi," kata Gubernur Edy Rahmayadi.
Gubernur Edy Rahmayadi menambahkan, pembangunan kedua proyek venue itu menggunakan APBD Sumut. Sedangkan untuk bangunan yang bersifat komersil, seperti rumah sakit, hotel dan shoping center nantinya akan didanai oleh investor.
Lalu untuk keseluruhan lahan ini seluas 300 ha. "Dengan dana APBD Sumut sekitar 300 miliar lebih, untuk dua venue, Stadion Madya dan Martial Arst Arena," pungkas Gubernur Edy Rahmayadi.
Sebelumnya Kadispora Sumut, Baharuddin Siagian, mengatakan Stadion Madya Atletik dibangun di lahan sekitar 38 ha. Pada venue ini terdapat dua Lapangan, untuk pemanasan dan pertandingan dengan kapasitas 2.500 penonton.
Sedangkan Arena Martial Art dibangun pada lahan sekitar 54 ha dengan kapasistas 1.000 penonton. Venue ini mampu menyelenggarakan empat pertandingan sekaligus untuk Cabor Taekwondo, Karate, Wushu dan Jujitsu.
"Kita membangunnya sesuai dengan standar internasional dan ini menggunakan APBD kita sekitar Rp300 miliar," kata Kadispora Bahar.
Kontraktor kedua venue ini, PT PP Urban dan PP Construction & Investment berjanji akan menyelesikan proyek ini tepat waktu.
"Kontrak kami selama 286 hari kalender, tepatnya berakhir 31 Desember, tetapi kami akan berupaya semaksimal mungkin menyelesaikan tugas sebelum Natal," kata Senior Vice President Divisi Operasi Gedung PT PP (Persero), Andek Prabowo.
Kegiatan ini dihadiri Wakil I Ketua Umum KONI Pusat Suwarno, Pangdam I/BB Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin, Wakil Ketua DPRD Sumut Rahmansyah Sibarani, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Jawari dan unsur Forkopimda lainnya.
Hadir juga Sekdaprov Sumut Arief S Trinugroho, Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan, Bupati Karo, Cory Sriwaty Sebayang, dan Bupati Toba, Poltak Sitorus, Kadis Kominfo Sumut, Ilyas S Sitorus, Pendiri Wushu Sumut, Master Supandi Kusuma, tokoh agama, Ormas dan tokoh masyarakat.