Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |
Medanbisnisdaily.com-Jakarta. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan dirinya bakal tegas menindak sektor industri yang enggan mengurangi emisi gas buangnya. Bila industri tak mau mengurangi emisi, pihaknya bakal memberikan sanksi tegas berupa penutupan pabrik.
"Sanksi pasti dan bisa ditutup, saya kemarin di rapat sudah saya sampaikan," kata Jokowi dalam kunjungannya ke SMKN Jawa Tengah, di Semarang, Rabu (30/8/2023).
Jokowi melanjutkan untuk memperbaiki emisi industri, pemerintah meminta pabrik-pabrik kurangi emisi gas buang, salah satunya dengan memasang scrubber. Bila industri menolak, sanksi tutup akan mengancam. Jokowi bilang akan tegas soal hal ini.
"Kalau tidak mau memperbaiki, tidak pasang scrubber, tegas untuk ini. Karena harga kesehatan yang harus kita bayar itu mahal sekali," tegas Jokowi.
Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengatakan ada 161 industri yang teridentifikasi sebagai sumber polusi udara. Dari 161 perusahaan, 11 di antaranya sudah ditindak.
Siti awalnya menerangkan, tim KLHK sudah melakukan operasi ke lapangan untuk penegakan hukum terhadap sumber pencemaran udara. Terutama industri pembangkit listrik.
"Saya tadi melaporkan sudah dilakukan langkah penegakan hukum, tim sudah operasi di lapangan," ujar Siti dalam jumpa pers yang ditayangkan di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (28/8/2023).
Siti mengatakan ada 351 perusahaan industri mulai dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) hingga Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Dari 351 perusahaan itu, 161 di antaranya teridentifikasi sebagai sumber pencemaran udara.
"Sebagai sumber pencemar kami telah melakukan identifikasi sebanyak 161 yang akan kita periksa di 6 titik lokasi yang dekat dengan pengamatan oleh peralatan yang ada di Kementerian, jadi misalnya yang selalu konsisten yang tidak sehat di Sumur Batu dan Bantargebang itu ada 120 unit usaha," jelas Siti.
"Kemudian Lubang Buaya 10, Tangerang 7, Tangerang Selatan 15, Bogor ada 10, yang sudah dilakukan (penindakan) sampai 24 dan disanksi administrasi 11 entitas, kami akan melanjutkan 4 sampai 5 minggu lagi," lanjut dia.
Siti mengatakan industri di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur terdapat sejumlah industri aktif yang konsisten berpotensi menyebabkan polusi. Untuk itu, pihaknya akan melakukan observasi indeks pencemaran udara.
"Karena industrinya banyak, ada arang aktif, biasanya batok kelapa atau kayu keras, kayunya dicuci pakai asam, dipakai lagi. Ada juga baja, semen, pakan, jadi kita akan terus lanjutkan," katanya.(dtf)