| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Padangsidimpuan. Bermodal belajar dari YouTube Efandi Mundung (25), pecatur muda namanya mendadak mencuri perhatian pada Turnamen Catur Lopo Simpang IKIP (LOSI) Padangsidimpuan yang ditutup, Rabu (26/11/2025).
Awalnya, peluang Efandi untuk tampil justru nyaris tertutup. Kuota peserta telah dipenuhi 50 orang. Namun, saat technical meeting, panitia memutuskan menambah peserta menjadi 58 orang.
Tambahan delapan kursi itulah yang membuka jalan bagi Efandi Mundung dan kemudian mengantarkannya pada podium juara.
“Waktu itu saya cuma singgah minum kopi, lihat ada brosur turnamen. Saya tanya apakah masih bisa daftar, katanya sudah penuh 50 orang. Tapi saat technical meeting ditambah jadi 58. Akhirnya bisa ikut… dan Alhamdulillah, tak disangka bisa juara,” ungkapnya.
Turnamen Catur LOSI yang digagas dan disponsori Hamdan Sukri Siregar, Kepala UPTD PEPENDA Wilayah Padangsidimpuan, bersama tokoh masyarakat H Martua Harahap, berlangsung meriah walau acara diguyur hujan.
Wali Kota Padangsidimpuan, Letnan Dalimunthe turut hadir pada penutupan turnamen setelah perhelatan berlangsung hampir satu minggu.
Wali Kota mengapresiasi tingginya antusias peserta serta sportivitas yang terjaga selama pertandingan. Baginya, turnamen ini lebih dari sekadar mencari pemenang.
“Ini bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi tentang mengembangkan kualitas atlet catur di Kota Padangsidimpuan dan menghidupkan semangat olahraga. Saya bangga dan akan terus mendorong agar kegiatan seperti ini berkelanjutan,” ujarnya.
Final yang Mengejutkan
Pada babak final, Anugerah Ritonga salah satu pecatur berpengalaman di kota itu hanya mampu bermain remis dan harus merelakan gelar juara kepada Efandi.
Sementara posisi ketiga diraih Ariyanto Harahap, pecatur yang kerap tampil di berbagai turnamen lokal.
Yang membuat publik terkejut, Efandi ternyata bukan pecatur yang biasa tampil di kompetisi. Ini adalah debutnya di turnamen resmi.
Selama ini, ia hanya belajar catur secara otodidak dari permainan daring dan video-video YouTube.
“Cuma belajar otodidak lewat YouTube,” ujarnya singkat, namun penuh rasa bangga.
Meski begitu, langkah-langkah permainannya menunjukkan strategi matang.
Ia dikenal berani memainkan skema penuh problem untuk mengacaukan perhitungan lawan, membuatnya unggul di hampir setiap babak.
Efandi, putra asal Sulawesi Utara yang kini menetap di Kota Padangsidimpuan dan merupakan anak dari pemilik Café On-Do, menunjukkan talenta besar di usia mudanya.
Gusnan Siregar, mewakili panitia, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh peserta dan sponsor.
Ia menilai kesuksesan gelaran tahun ini menjadi modal penting untuk penyelenggaraan turnamen selanjutnya.
“Kami berkomitmen meningkatkan fasilitas dan kualitas kompetisi di masa mendatang,” ucapnya.

