| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Sergai. Kondisi palang pintu perlintasan kereta api yang tidak berfungsi di Dusun I, Desa Sei Buluh, dan Desa Melati II, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatra Utara dikeluhkan warga dan pengguna jalan. Kerusakan tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengendara, terutama wisatawan yang melintasi jalur menuju kawasan pantai di pesisir Sergai.
Bambang (46), warga Desa Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu, mengatakan kerusakan palang pintu di perlintasan kereta api Desa Sei Buluh sangat memprihatinkan karena lokasi tersebut merupakan akses utama menuju sejumlah objek wisata pantai yang ramai dikunjungi masyarakat.
Menurutnya, banyak pengendara mengira palang pintu masih berfungsi normal sehingga kurang waspada saat melintas. Kondisi itu berpotensi memicu kecelakaan karena kereta api tetap melintas tanpa adanya penghalang otomatis.
"Kita melihat ada palang pintunya, jadi kita melintas saja. Ternyata palang pintunya tidak berfungsi dan ini sangat membahayakan sekali. Kita sangat menyesalkan hal ini kepada pihak kereta api," ujar Bambang kepada wartawan, Jumat (5/6/2026).
Warga yang berjaga di sekitar perlintasan menyebutkan kerusakan palang pintu di Desa Sei Buluh telah berlangsung hampir tiga bulan atau sejak Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Selama periode tersebut, disebutkan telah terjadi kecelakaan yang mengakibatkan seorang aparatur sipil negara (ASN) di Sergai meninggal dunia setelah tertabrak kereta api.
Menurut warga, perlintasan menuju kawasan wisata tersebut sebelumnya juga kerap memakan korban. Sebagian besar korban merupakan wisatawan yang hendak berkunjung ke Pantai Cemara Kembar, Pantai Romantis, maupun Pantai Mangrove.
"Korban sudah cukup banyak. Ditambah palang pintu juga tidak berfungsi, kita khawatir akan ada lagi korban jiwa. Kita berharap palang pintu ini segera diperbaiki," kata seorang warga.
Menanggapi keluhan masyarakat, Kepala Dinas Perhubungan Sergai, Gunawan, membenarkan terdapat dua titik perlintasan kereta api yang palang pintunya mengalami kerusakan dan hingga kini belum diperbaiki.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Perhubungan Sergai telah menempatkan petugas yang berjaga selama 24 jam di lokasi perlintasan untuk membantu mengatur lalu lintas dan mengingatkan pengguna jalan saat kereta api melintas.
Gunawan menjelaskan pihaknya juga telah dua kali menyurati Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sumatera Utara agar segera melakukan perbaikan karena kewenangan perbaikan berada pada instansi tersebut.
"Ada dua titik palang pintu kereta api tidak berfungsi, yakni di Desa Melati II dan Desa Sei Buluh. Kami sudah dua kali menyurati agar segera diperbaiki, namun sampai sekarang belum terlaksana. Kita berharap BPKA dapat segera memperbaiki palang pintu tersebut," tegas Gunawan.
Warga berharap perbaikan segera dilakukan mengingat tingginya aktivitas kendaraan yang melintasi jalur wisata tersebut, terutama pada akhir pekan dan musim liburan.

