| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Samosir. Penyebab kematian Diana Hutahaean (24), pekerja freelance di Lapo Oppu Ratus, Desa Saitnihuta, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Polisi saat ini menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab pasti meninggalnya korban.
Diana sempat mendapatkan penanganan medis dan dirawat di RSUD Hadrianus Sinaga Pangururan sebelum dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Korban diketahui tinggal bersama keluarganya di kawasan sekitar Jembatan Tano Ponggol, Desa Parsaoran I, Kecamatan Pangururan. Ia meninggalkan seorang suami, Joi Lubis, dan dua orang anak.
Salah seorang karyawan Lapo Oppu Ratus, Rafika, mengatakan korban telah mengalami sakit selama dua hari dan tidak masuk bekerja.
"Pada Selasa pagi sekitar pukul 09.00 WIB, Diana datang ke tempat kerjanya setelah meminta bantuan rekan-rekannya untuk menjemput dari tempat kos karena ingin berobat," ujar Rafika kepada medanbisnisdaily.com, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, karena kondisi korban menurun, rekan-rekannya kemudian menghubungi seorang bidan berinisial Br Bukit untuk memberikan penanganan awal.
"Setelah ditangani bidan, Diana mengalami kejang-kejang dan kemudian dibawa ke RSUD Hadrianus Sinaga untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut," katanya.
Meski telah mendapat perawatan, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada malam harinya.
Rafika membantah informasi yang beredar di masyarakat yang mengaitkan kematian korban dengan dugaan keracunan minuman keras.
"Tidak benar ada tiga orang dirawat di rumah sakit karena keracunan minuman. Informasi itu hoaks," tegasnya.
Ia menjelaskan seluruh pekerja dalam kondisi sehat dan telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.
Menurut Rafika, rekaman CCTV di lokasi juga menunjukkan korban hanya mengonsumsi air mineral saat berada di tempat kerja.
"Rekaman CCTV sudah diserahkan kepada pihak kepolisian," ujarnya.
Rafika juga mengungkapkan bahwa sebelum meninggal dunia, korban sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya dan mengaku mengalami muntah darah.
Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah Diana kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Medan guna menjalani autopsi.
Direktur RSUD Hadrianus Sinaga Pangururan, Iwan Sihaloho ketika dikonfirmasi mengatakan, tidak ada teman korban Diana Hutahaean menjalani perawatan di rumah sakit.
"Tidak ada temannya korban yang lain dirawat di RSUD Hadrianus Sinaga Pangururan," sebutnya.
Sebelumnya diberitakan, ada pekerja tempat hiburan di Desa Saitnihuta, Kecamatan Pangururan, Samosir, korban keracunan minuman.
Autopsi Jenazah
Kasat Reskrim Polres Samosir, AKP Edward Sidauruk, membenarkan bahwa autopsi telah dilakukan terhadap jenazah korban.
"Benar dilakukan autopsi," katanya.
Menurut Edward, pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi sebagai dasar untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.
Hingga kini, polisi masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak terkait dan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Lokasi kejadian juga telah dipasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.
"Hasil autopsi nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab kematian korban," ujar Edward.

