| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan. Tokoh masyarakat Sumatra Utara (Sumut), Suryani Paskah Naiborhu, mendesak Wali Kota Medan, Rico Waas, untuk mengaktifkan kepala lingkungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan patroli secara berkelompok di setiap kecamatan. Langkah ini dilakukan untuk menekan angka kriminalitas di Kota Medan yang cenderung meningkat.
Dalam keterangannya, Senin (8/6/2026), Suryani Paskah Naiborhu, mengatakan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, tingkat kriminalitas di Kota Medan cenderung meningkat. Baik dalam bentuk aksi begal, tawuran, perampokan, premanisme dan sebagainya.
"Kondisi ini memprihatinkan dan telah menyebabkan Medan menjadi kota yang rawan dengan aksi kejahatan, terutama di malam hari. Kehidupan masyarakat menjadi tidak tenang dan dipenuhi rasa kekhawatiran, akibat maraknya kriminalitas tersebut," tuturnya.
Pariban Kandung Ketua Dewan Ekonomi Nasional serta Penasihat Khusus Presiden untuk Urusan Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan, Luhut Binsar Pandjaitan, ini juga menambahkan jika kondisi tersebut dibiarkan berlarut maka akan memengaruhi kehidupan masyarakat, terutama dalam bidang ekonomi.
Suryani Paskah mengingatkan bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan tidak boleh hanya mengandalkan aparat kepolisian semata. Selain jumlah personil yang terbatas, aparat kepolisian selaku salah satu unsur penegak hukum, juga memiliki banyak tugas.
"Karena itu, saya mengusulkan agar Wali Kota Medan, Rico Waas, dapat mengoptimalkan peran kepala lingkungan atau kepling dan satpol PP dalam menekan angka kriminalitas," tegasnya.
Berdasarkan informasi yang diperolehnya, Medan saat jni memiliki sebanyak 2.001 kepling dan 750 orang petugas satpol PP. Apabila dijumlahkan, totalnya mencapai 2.751 personil. Apabila ribuan personil tersebut dibagi menjadi 2 shift malam, maka masing-masing shift malam terdapat sebanyak 1.375 personil.
Dan jika dibagikan dengan jumlah kecamatan di Kota Medan yang mencapai 21 kecamatan, maka masing-masing kecamatan akan dijaga oleh sekitar 65 petugas gabungan kepling dan satpol PP yang melakukan patroli malam di setiap kecamatan.
"Jumlah 65 personil ini berkelompok patroli mulai jam 10 malam hingga jam 7 pagi di setiap kecamatan. Dimana kelompok patroli ini selalu berkoordinasi dengan piket malam reserse yang ada di tiap Polsek. Sebagai contoh, sebanyak 65 personil patroli di shift hari Senin malam dan 65 personil di shift hari Selasa malam. Begitu juga di hari-hari selanjutnya" tuturnya.
Suryani juga mengatakan bahwa setiap kecamatan memiliki petugas harian lepas (PHL) yang dapat digerakkan untuk turut membantu pengamanan di setiap sudut kota Medan.
Apabila dapat dioperasionalkan, maka peran kepling dan satpol PP ditambah dengan dukungan PHL dalam menekan angka kriminalitas akan sangat signifikan.
"Kami yakin dengan kebijakan ini Kota Medan dapat terhindar dari aksi begal, perampokan, dan aksi kriminalitas di malam hari," tuturnya.
Suryani Paskah Naiborhu menambahkan, untuk mendukung langkah tersebut, Pemko Medan juga perlu menyediakan anggaran operasional mereka dari APBD. "Sehingga mereka dapat bekerjasama dengan maksimal dalam menjaga keamanan Kota Medan. Kepling dan satpol PP ini kan sudah digaji setiap bulannya. Sehingga Pemko Medan tinggal menyediakan anggaran untuk operasionalisasi mereka," jelasnya.
Suryani Paskah Naiborhu mengatakan, sebagai kota metropolitan dan pusat bisnis serta ekonomi di Sumut, Pemko Medan harus mempu memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi setiap warganya. Dan karena itu, perlu kerja keras untuk menekan angka kriminalitas agar masyarakatnya dapat hidup tenang.

