| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |
MedanBisnis - Medan. Di Indonesia, termasuk Medan, jumlah orang yang memiliki darah rhesus negatif relatif lebih kecil. Ketua PMI Medan Musa Rajekshah melalui Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Medan dr Harry Butarbutar SpB mengatakan, perbandingannya rhesus negatif hanya berkisar 15%, sedangkan rhesus positif 85%.
Karenanya, Harry mengaku, pendonor darah rhesus negatif ini dalam melakukan donor diberi perlakuan berbeda. Jika pendonornya ingin mendonorkan darah, mereka tidak secara rutin melakukannnya seperti umumnya yang berlangsung.
"Kalau untuk rhesus positif saat ini sudah bisa 75 hari sekali. Kalau untuk rhesus negatif, jika memang dibutuhkan, baru mereka dikontak," jelasnya kepada medanbisnisdaily.com, Rabu (3/5). di Medan.
Pemilik rhesus darah negatif, diakui Harry, umumnya terdapat di wilayah Asia Selatan, seperti India dan Afganistan. Di Indonesia, selain keturunannya, rhesus darah negatif juga lumayan banyak terdapat pada suku Aceh.
Selama ini, untuk kebutuhan darah rehsus negatif, memang PMI mengaku tidak memiliki kendala yang berarti. Apalagi, bila dibutuhkan mendadak, meskipun tengah malam, kontak pendonor darah rhesus negatif selalu siap untuk mendonasikan darahnya kepada yang membutuhkan.
"Jika memang di Medan tidak tersedia, PMI akan mengusahakannya bahkan hingga dari luar Sumatera Utara. Pernah juga, untuk mendapatkan darah rhesus negatif, kita sampai mendapatkannya dari Probolinggo," sebutnya.
Namun lanjut Harry, meskipun di Medan pendonor rhesus negatif sedikit, tapi pendonornya selalu siap. Karena pada umumnya, orang berhesus negatif ini kaa Harry, memiliki jiwa sosial yang tinggi.
"Pernah di RS Haji korban kecelakaan pukul 01.00 WIB membutuhkan darah rhesus negatif. Jadi PMI menghubungi kontak pendonornya, namun karena kelelahan ia berjanji akan mendonorkan darahnya pada pukul 07.00 WIB. Namun tak di duga, pukul 02.00 WIB pendonor itu datang sendiri untuk mendonorkan darahnya kepada korban," pungkasnya.

