| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |
MedanBisnis - Medan. Lembaga Pers Mahasiswa Bursa Obrolan Mahasiswa Institut Teknologi Medan (LPM BOM ITM) mengecam keras pihak kepolisian yang menangkap sejumlah koresponden mahasiswa yang sedang meliput aksi memperingati Hari Pendidikan Nadional (Hardiknas) yang berlangsung rusuh, Selasa, (2/5), di Jalan Dr Mansyur, Medan.
"Pada saat melakukan peliputan aksi demonstrasi Hardiknas yang dilakukan oleh gerakan mahasiswa Sumut di depan Kampus Universitas Sumatra Utara (USU), kami malah ditangkap. Dan kami menuntut pelaku pemukulan terhadap kedua koresponden kami yang telah dilengkapi dengan almamater (baju dinas) dan surat tugas," ujar Pimpinan Umum LPM BOM ITM Syahyan P Damanik kepada MedanBisnis, Rabu (3/5).
Ia menyebutkan, anggotanya yang ditangkap pihak Polrestabes Medan sebanyak dua orang, yakni Fikri Arif dan Fadel Muhammad Harahap.
"Kami tahu Dewan Pers tidak mampu membantu kami, namun kami akan selalu melakukan gerakan untuk memaksa pihak kepolisian agar segera mengembalikan atau membebaskan koresponden kami. Tadi saya sudah ke kantor Polrestabes Medan, namun tidak diizinkan masuk," tukasnya. (dewi syahruni lubis)

