| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com - Asahan. Rencana penjemputan Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau tenaga kerja Indonesia (TKI) oleh Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) yang sedianya dijadwalkan hari ini (Rabu) terpaksa dibatalkan karena kendala administrasi keimigrasian. Hal tersebut dibenarkan Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Asahan, Melina Siregar, Rabu (1/7/2020).
"Rencana iya (hari ini) tapi (kemarin) dapat telpon dari KBRI ada kesalahan data di imigrasi Malaysia jadi mungkin ditunda," kata Melina ketika dikonfirmasi wartawan.
Sedianya, ada sebanyak 218 orang PMI di Negeri Jiran yang saat ini telah menunggu dan bersiap di pelabuhan Port Klang Malaysia untuk dijemput karena sudah tidak lagi bekerja, selain itu mereka terkendala kepulangannya menuju kampung halaman karena terjebak pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih berlangsung.
Pernyataan pembatalan kepulangan PMI tersebut, juga dibenarkan oleh Bupati Asahan H Surya saat dikonformasi medanbisnisdaily.com usai menghadiri resepsi Hari Bhayangkara di aula Wira Satya Polres Asahan.
"Iya benar ditunda, seharusnya sudah kita jemput hari ini (Rabu). Tapi ada kendala imigrasian di KBRI ditunda. Bukan dibatalkan ditunda," kata Surya.
Ia pun menegaskan rekait kapan kesiapan kepulangan para TKI, sedianya Pemkab Asahan maupun TGTPP telah siap menyambut kepulangan para pekerja migran tersebut di pelabuhan Teluk Nibung Tanjungbalai dengan menerapkan protokol standard keselamatan dan kesehatan termasuk menyiapkan 9 bus mengangkut mereka.
"Kami tunggu saja sekarang kapan KBRI siap untuk memulangkan kita pun disini siap. Intinya keputusan ada ditangan mereka, kami siap kapan pun waktunya," kata Surya.

