| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Langkat. Desa Pulau Kampai, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, daerah penuh sejarah, legendaris, supranatural, industri, relegius dan wisata. Namun, untuk sampai ke desa ini, pengunjung harus diseberangkan dengan armada sungai yang menyeramkan, jantungan, hingga ada yang membatalkan niatnya untuk berwisata di Pante Brawe, Pulau Kampai.
Penyeberangan pertama bisa ditempuh dari rute TPI melalui Kelurahan Beras Basah Kecamatan Pangkalan Susu setelah menempuh jalan darat dari Kecamatan Brandan Barat, Langkat, pengunjung diseberangkan dengan kapal motor kayu. Namun kenderaan yang bisa diseberangkan hanya sepeda motor .
Rute kedua, penyeberangan ditempuh melalui rute Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, lalu menerobos kawasan perkebunan dan pemukiman, kawasan sumur minyak/gas dan jalur pipa transmisi minyak tanah yang ada di Kecamatan Pematang Jaya. Tiba di ujung Dusun Damar Seratus, pengunjung akan diseberangkan dengan kapal motor kayu. Kenderaan roda 4 bisa naik kelambung kapal motor dengan membayar jasa Rp 30.000/per unit mobil roda 4 dalam sekali penyeberangan.
"Memang mengerikan Pak, alat penyeberangannya manual, cuma diangkut dengan kapal motor kayu, kami merinding dan nyaris tidak jadi menyeberang. Tetapi, setelah kami lalui, ternyata asyik. Ongkos menyeberang cuma Rp 60.000/per unit mobil roda 4 pulang pergi," ungkap Putut Subiyanto, salah seorang pengunjung wisata Pante Brawe, Damar Seratus Desa Pulau Kampai, Minggu (1/11/2020).
Pantauan medanbisnisdaily.com, di lokasi Pante Brawe Pulau Kampai mamang indah dan memukau pengunjung. Karena letaknya dibibir Selat Sumatera/Malaka, dengan pasir berwarna kecoklatan. Sayangnya, pemerintah hanya separuh hati untuk mendukung majunya lokasi Pante Brawe dan lokasi Kuburan Panjang yang penuh legendaris dan punya cerita misteri.
"Masyarakat Pulau Kampai sudah bertahun-tahun dan berulang-ulang memohon kepada Pemerintah Kabupaten dan Provinsi, untuk membuat dermaga dan sarana transportasi penyeberangan yang memadai dan standard perhubungan, atau jembatan penyeberangan. Tetapi mereka hanya janji-janji saja dan memberikan harapan, tetapi tidak ada kenyataannya," ungkap Edi, salah seorang pengelola wisata Pante Brawe Damar Seratus.
Lain pula halnya dengan wakil rakyat di Parlemen Senayan dengan Dinas Pariwisata Langkat. Mereka hanya membicarakan meningkatkan sektor pariwisata, peningkatan ekonomi bagi masyarakat yang tinggal disekitar lokasi wisata. Bisakah ini terwujud ? Jika sarana infrastruktur jalan menuju lokasi wisata, sarana pendukung seperti armada penyeberangan yang kondisinya tidak memadai ?
Dinas Pariwisata Langkat digandeng Direktorat Pemasaran Ekonomi Kreatif Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf RI dan anggota Komisi X DPR RI Prof Djohar Arifin Husin, Sabtu 31 Oktober 2020 telah menggelar Bimbingan Teknis pemasaran ekonomi kreatif kepada pelaku UKM Kabupaten Langkat, di Desa Tanjung Pasir Kecamatan Pangkalan Susu, Langkat.
Dalam Bimtek, Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Yuana Rochma Astuti, mengatakan, sektor pariwisata merupakan sektor yang paling terdampak dari pandemi Covid-19. Jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia bukannya berkurang, bahkan nyaris tidak ada. Banyak pembatasan transportasi dan orang-orang banyak takut untuk berpergian jauh, terutama untuk wisata.
Djohar Arifin Husin, anggota DPR RI berharap, Bimtek membuat pelaku wisata dan usaha di Langkat tidak terhenti kreatifnya, untuk menghasilkan rezeki, meski terdampak Covid-19.
Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif merupakan lembaga yang mengalami Penggabungan dengan Badan Ekonomi Kreatif Kemenparekraf. Lingkup kerjanya pun semangkin luas, sebab selain memperhatikan sektor pariwisata, juga harus mensinegrikannya dengan sektor ekonomi kreatif.
Asisten I Pemerintahan Pemkab Langkat, Basrah Pordomuan, menyatakan, Bimtek sejalan dengan visi misi Pemkab Langkat, untuk menjadikan Langkat yang maju dan religius melalui perkembangan pariwisata.

