| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Toba. Polres Toba menangkap kapal batu yang dinilai oleh aparat adalah perbuatan ilegal. Hal ini perlu disikapi demi kelangsungan hidup masyarakat sebanyak lebih 1.200 jiwa.
"Kapal yang beraktifitas setiap hari berkisar sebanyak 60 unit dan masing masing kapal motor memiliki 3 kru ditambah 1 pemilik. Hitungannya ada keluarga termasuk rata-rata 2 orang tentu ada lebih 1000 orang yang harus mendapatkan kehidupan dari aktifitas itu," ujar Pardamean Sinurat,Sabtu(17/4/2021) di Balige.
Pengusaha kapal batu ini mengatakan aktifitas penambang batu di pinggiran Danau Toba itu terdapat di 3 Desa yakni di Desa Siregar Aeknalas,Sigaol Barat dan Sigaol Timur.
"Wilayah 3 desa ini tidak ada bentuk aktifitas yang bisa menjadi pendapatan keluarga selain menambang batu. Tentu hal ini menjadi pertimbangan bagi pemangku kebijakan termasuk DPRD,Bupati dan Aparat Hukum," sebutnya.
Menurut bapak berusia(64) didampingi anaknya Armada Sinurat(kru penyelam) bahwa menjadi penambang batu merupakan pilihan akhir bagi masyarakat karena tidak ada cara lain untuk menyambung hidup keluarga termasuk persawahan atau ladang tidak mendukung karena situasi dan kultur tanah hanya bebatuan.
"Sebenarnya masyarakat tidak mau berjuang mempertaruhkan nyawa diketinggian gunung dan badai di Danau Toba. Karena urusannya adalah demi kehidupan keluarga secara terpaksa dilakukan," ucapnya dengan sedih.
Lanjut Pardamean Sinurat di usia 64 tahun dirinya dan sudah mengikuti jejak Bapak dan Kakeknya itu untuk bentuk keadilan kepada masyarakat kecil dan sudah melakukan aktifitas secara turun temurun sebelum merdeka hendaknya menjadi perhatian pemerintah.
"Kalaupun harus ditertibkan pemerintah pro aktif membuka lapangan pekerjaan kepada masyarakat sebagai solusi untuk mendapat kehidupan yang layak bagi masyarakat di 3 desa termasuk pengusaha pendukung pemilik kapal," ucapnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup(Lindup) melalui Kepala Bidang LH, Bangun Siagian membenarkan penagkapan terhadap 11 orang kru kapal batu di Pantai Danau Toba di Balige.
"Benar kami sudah mengetahuinya,namun sebagai dinas tekhnis sudah berulang kali memberi peringatan tapi sulit dihentikan," katanya.
Menurut Kabid LH,Bangun Siagian terkait bagaimana kesinambungan kehidupan sebanyak lebih 1.200 orang suatu yang perlu dikaji dan dilaporkan kepada pimpinan.
"Saya sendiri juga bingung atas pertanyaan bagaimana kelangsungan hidup keluarga yang terlibat di penambangan itu. Menjadi masukan yang perlu kami laporkan kepada pimpinan," ucapnya.

