| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan. Lantaran banyaknya orderan terhadap poduk BTS Meal dari McDonald's, berimbas pada membludaknya antrian driver ojek online di gerai restoran cepat saji yang berada di Jalan Sisingamangaraja, Medan, Rabu (9/6/2021).
Akibatnya, hal ini pun spontan menimbulkan kerumunan masyarakat, yang seharusnya sangat dihindari dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.
Para driver ojol yang mengantri tanpa penerapan prokes itu pun mengaku tidak bisa meng-cancel orderan yang telah masuk. Mereka menyatakan mau tak mau harus menyelesaikan tugasnya.
"Lagi ada promo, semua pesanan yang masuk ke aplikasi untuk produk BTS Meal. Jadi kami di sini mengantri ini," ujar Rudi salah seorang diverdiver ojol.
Rudi dan rekan-rekannya mengatakan, khusus hari ini McDonalds memang mengadakan promo tersebut. Namun dari beberapa outlet yang ada di Kota Medan, hanya outlet di Jalan Sisingamangaraja ini saja yang disebutkannya buka.
Petugas dari Satgas Penanganan Covid-19 Kota Medan yang mendapatkan laporan kejadian ini pun langsung turun untuk membubarkan kerumunan. Namun sempat terjadi perbedaan pendapat, karena pihak McDonald's maupun driver ojol tidak ingin merugi.
Restaurant General Manager McDonald's Sisingamangaraja Marthawathy mengakui hari ini ada promo makanan, hingga menyebabkan membludaknya driver ojol yang mengantri di outlet mereka. "Seluruh Indonesia, kita ada promo hingga 7 Juli nanti. Tapi kalau di sini, dibatasi hanya 2.000 paket saja," katanya.
Dia juga mengatakan tidak menyangka promo yang mulai dibuka pukul 11.00 WIB tadi, ternyata mendapat antusias dari pelanggan. Marthawathy pun kemudian diinterogasi petugas Polisi dan TNI yang datang ke lokasi. "Kita masih mengupayakan untuk meng-cancel ini," katanya.
Sementara itu, Camat Medan Kota Tengku Chairuniza yang juga turun ke lokasi mengaku terkejut dengan kejadian ini. Sebab, pihak McDonald's sebelumnya tidak ada melakukan pemberitahuan.
"Kita juga terkejut melihat ini. Pimpinan di Mc D tidak ada pemberitahuan ke kita soal promo ini, yang mengakibatkan driver ojol membludak," katanya.
Chairuniza menjelaskan, selama ini pihaknya tak bosan-bosan mengingatkan pelaku usaha untuk tidak menciptakan kerumunan dan selalu menegakkan prokes. "Kalau langkah hukumnya kita belum ambil, kita hanya mengatasi kerumunan. Kalau berulang, kita akan kordinasi dengan satgas covid-19 untuk melakukan penyegelan," pungkasnya.
Kerumunan ini sendiri pun akhirnya dapat terurai, saat pihak aplikasi ojol kemudian mematikan sistem dan meniadakan orderan untuk sementara waktu. Para driver yang mengantri di luar dibubarkan, sementara sebagian dari driver yang sudah menerima orderan tetap dilayani dengan menerapkan prokes yang ketat.

