| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Padangsidimpuan. Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Padangsidimpuan menggelar upacara bendera, Senin (1/11/21). Kegiatan tersebut rutin dilakukan dan melibatkan warga binaan (WB) dengan tetap mengikuti protokol kesehatan (prokes) Covid-19.
Para pegawai dan staf Lapas bersama ratusan WB lapas mengikuti upacara tersebut dengan disiplin dengan jarak yang diatur. Para siswa yang mengikuti pendidikan kerja lapangan (PKL) turut hadir menjadi penggerak bendera.
Kepala Tata Usaha lapas, Alibasya, SH pada upacara kali ini bertindak sebagai pembina upacara. Dalam arahannya mengatakan, bahwa kegiatan upacara tersebut merupakan kegiatan pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara untuk warga binaan, sebagai momentum mengingat perbuatan yang pernah dilakukan agar tidak terulang kembali.
Tujuan dari upacara bendera kepada warga binaan adalah untuk untuk memberi penguatan akan nilai-nilai Pancasila. Juga untuk menumbuhkan nilai-nilai kesadaran Berbangsa dan Bernegara serta dalam rangka membentuk warga Binaan Pemasyarakatan agar menjadi manusia seutuhnya. Menyadari kesalahan, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindakan pidana sehingga dapat kembali diterima di masyarakat.
Dia juga menekankan akan pentingnya menjaga kesehatan dan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan sehingga kita bisa terbebas dari penularan Covid-19.
"Tingginya kesadaran berbangsa dan cinta tanah air di setiap individu warga binaan akan menimbulkan semangat baru untuk merubah perilaku menjadi lebih baik, tidak putus asa serta mampu dengan cakap menjalani kegiatan positif selama didalam lapas hingga kelak setelah bebas," tambahnya.
Kegiatan yang digelar di lapangan multiguna ini digelar sebagai upaya memupuk kesadaran berbangsa dan bernegara bagi warga binaan pemasyarakatan yang merupakan bagian dari program pembinaan yang ada di lapas. "Kita yakin dengan disiplin prokes kita bisa bebas dari Covid-19," katanya.

