| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbinisdaily.com-Karo. Masyarakat terdampak banjir areal persawahan Paya Lah-lah, Kecamatan Lau Baleng dan Mardingding, Kabupaten Karo, Sumatera Utara kembali meniti harapan pasca kunjungan Direktur Serealia Direktorat Jenderal Tanaman Pangan (Ditjen Tanaman Pangan) Kementerian Pertanian RI serta Balai Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II pada Jumat 11 April 2025.
"Kami merasa ada harapan giat petani di areal Paya Lah-Lah akan hidup kembali. Semoga normalisasi dan penataan sungai seperti disampaikan BBWS Sumatera II kemarin dapat secepatnya direalisasikan," ujar Ramlan Sembiring, salah seorang petani terdampak banjir areal persawahan Paya Lah-lah kepada Medanbisnisdaily.com melalui sambungan seluler, Minggu (13/4/2025).
Dijelaskan Ramlan, sudah lebih tiga tahun belakangan areal persawahan mereka menjadi langganan banjir. Terparah, menurutnya setahun terakhir ini. Dimana seyogianya bila tidak ada banjir, petani dapat menanam 3 kali dalam setahun, menanam jagung 2 kali dan padi 1 kali tanpa olah tanah (TOT).
"Dari sekitar 3 ribu hektare (Ha) areal persawahan Paya Lah-Lah yang meliputi empat desa di Kecamatan Mardingding dan Lau Baleng yakni, Desa Batu Rongkam, Lau Solu, Lau Mulgap dan Tanjung Pamah, hampir setengahnya terkena dampak banjir. Sementara yang tergenang ada sekitar 800 hektare," kata Ramlan yang juga merupakan ketua Kontak Tani/Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Mardingding.
Diketahui, pasca kunjungan Direktur Serealia Direktorat Jenderal Tanaman Pangan (Ditjen Tanaman Pangan) Kementerian Pertanian RI serta Balai Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II ke Paya Lah-Lah cukup membawa angin segar kepada masyarakat petani terdampak banjir.
Pada kesempatan itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II, Agus Safari menyebut pihaknya telah meninjau langsung lokasi terdampak. Hasil sementara menunjukkan adanya sedimentasi dan penyempitan alur sungai serta saluran irigasi. Ia menyebut akan segera mengusulkan penanganan dampak banjir tersebut ke Pemerintah Pusat.
Pihaknya pun menyepakati dampak banjir areal persawahan Paya Lah-Lah sebagai salah satu lumbung pangan yang ada di Kabupaten Karo itu harus segera dilakukan penataan sungai dan saluran air agar saat musim penghujan, air dapat mengalir lancar dan tidak menggenangi sawah.

