| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Karo. Pemerintah Kabupaten Karo bersama Kejari Karo gelar pertemuan koordinasi dan konsolidasi bersama organisasi kemasyarakatan (ormas) dan tokoh lintas agama di Kabupaten Karo, Senin (1/9/2025), bertempat di Gedung Kejari Karo, Kabanjahe.
Pertemuan itu guna membahas potensi aksi unjuk rasa yang kabarnya akan berlangsung pada Rabu hingga Jumat, 3 sampai 5 September 2025. Aksi unjuk rasa ini kabarnya akan dimulai dari Taman Makam Pahlawan menuju Kantor DPRD Karo, Jalan Veteran Kabanjahe.
Kegiatan yang dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Karo, Darwis Burhansyah SH MH, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Karo, Tetap Ginting serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Karo, Frans Leonardo Surbakti SSTP bertujuan menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas wilayah Kabupaten Karo menjelang aksi tersebut.
Turut hadir sejumlah tokoh lintas agama dan pimpinan ormas dari berbagai latar belakang, di antaranya, Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Karo, Ahmad Jhon Sikumbang, Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Karo, Ramuda Situmorang, Sekretaris DPD Pujakesuma Karo, Jono S Brahmana, Ketua Harian DPD Pujakesuma Karo, Bambang Irawan Nasution, serta Ketua DPD Paguyuban Wargi Sunda Karo, Supian Hanafi.
Dalam sambutannya, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Karo Darwis Burhansyah mengimbau kepada seluruh tokoh agama dan pimpinan ormas agar memberikan pemahaman kepada para anggotanya untuk tidak terlibat dalam aksi demonstrasi yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban umum.
Sementara itu, Sekretaris DPD Pujakesuma Kabupaten Karo, Jono S. Brahmana SSos yang juga dikenal sebagai Kopral Jono dan menjabat sebagai Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Karo menyatakan sikap serupa.
Ia mengajak seluruh anggota Pujakesuma untuk tidak terlibat dalam aksi yang berpotensi disusupi oleh tindakan anarkis.
“Sebagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, kami memiliki tanggung jawab untuk menjaga ketertiban umum. Kami mendukung penyampaian aspirasi, tetapi harus dalam koridor hukum yang berlaku. Mari kita jaga kondusivitas Kabupaten Karo demi kesinambungan pembangunan yang lebih baik,” ujar Jono.
Ia juga mengingatkan bahwa dalam menyampaikan pendapat, masyarakat tetap harus menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan adat istiadat Karo sebagai identitas bersama.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama seluruh tokoh dan peserta yang hadir untuk menjaga suasana Kabupaten Karo tetap damai, tertib, dan aman menjelang rencana aksi demonstrasi.
"Pemkab Karo bersama seluruh elemen masyarakat berkomitmen untuk terus menciptakan lingkungan yang kondusif demi kenyamanan dan kepentingan masyarakat secara luas," imbuh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Karo, Frans Leonardo Surbakti.

