| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, meresmikan operasional 3 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Yayasan Pembinaan dan Pelatihan Vokasi (YPPV) dalam suatu acara yang dipusatkan di SPPG Medan Amplas, Jalan Garu I, No 21, Medan, Kamis (5/2/2026).
Yayasan Pembinaan dan Pelatihan Vokasi (YPPV) merupakan yayasan yang dibentuk Kadin Indonesia bersama Kadin Sumut untuk menyukseskan program MBG dalam hal ini untuk mengelola SPPG.
Peluncuran (grand opening) ketiga unit SPPG tersebut dilakukan secara simbolis ditandai penandatanganan prasasti oleh Wamendagri Bima Arya Sugiarto bersama Ketua Umum Kadin Sumut Firsal Dida Mutyara disaksikan otoritas terkait serta para tokoh masyarakat.
Hadir pada kesempatan itu Ketua Satuan Tugas Makanan Beegizi Gratis (MBG) Kadin Indonesia Chandra Tirta Wijaya (CTW), Wakil Ketua Satgas MBG Kadin Indonesia Desi Arianti, Kepala Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan Wilayah Sumut Donald Simanjuntak, Danramil Kecamatan Medan Amplas Kapt CZi Sugiarto, Direktur Eksekutif Kadin Sumut Diaz WK serta para relawan SPPG.
Ketiga SPPG yang diresmikan masing masing SPPG Medan Amplas, SPPG Limau Mungkur Kota Binjai dan SPPG Aek Buaton, Padang Lawas (Palas).
Wamemdagri dalam sambutannya mengatakan, hingga saat ini total penerima manfaat yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui serta pelajar sudah mencapai 60 juta.
Jumlah tersebut akan terus meningkat yang higga akhir tahun 2026 jumlah penerima manfaat diharapkan sudah mencapai 80 juta.
"Bisa saja dapat terwujud lebih cepat dari target waktu tersebut," kata Bima Arya dalam wawancara cegat seusai acara itu.
Wamendagri dalam arahan dan sambutannya menekankan agar pengelola SPPG membangun dan mewujudkan ekosistem agar aktivitas SPPG berlangsung sehat dan konsiaten, tanpa mengalami gangguan.
Salah satunya pengelola SPPG harus mewujudkan ekosistem pengelolaan bisnis yang baik.
Mantan Wali Kota Bogor dua periode itu secara eksplisit menyebutkan, pengelola dapur SPPG harus mampu mewujudkan bahwa sumber pasokan bahan yang dikelola berasal dari tangan pertama.
Dalam mewujudkan ekosistem yang baik dan sehat tersebut, pihak BGN bekerja sama dengan semua pihak terkait mengupayakan 1.300 lahan (kawasan) yang di antaranya ditargetkan akan dibangun sentra pemasok. Dari target tersebut baru tercapai sekitar 800 kawasan.
Arya mengatakan, program MBG akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi khususnya menggairahkan UMKM yang terkait dalam rantai pasok program MBG.
Sebelummya, Ketua Umum Kadin Sumut Firsal Dida Mutyara dalam sambutannya mengatakan, sejauh ini Kadin Sumut mengelola tiga unit SPPG dari total 33 unit dapur SPPG yang terafiliasi dengan Kadin Sumut.
Dia mengatakan, pihaknya menawarkan sekaligus siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan arahan Kadin Indonesia untuk merealisir sekitar 80 unit SPPG di Sumut
Pada kesempatan itu turut memberikan sambutan Ketua Satgas MBG Kadin Indonesia Chandra Tirta Wijaya yang mengharapkan dan mengajak para pelaku usaha di Sumut untuk berpartisipasi menyukseskan program MBG yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto bersama Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Chandra mengatakan, bagi pengusaha yang berminat supaya berkoordinasi dengan Kadin Sumut.
Dia mengatakan, Kadin masuk dalam kelompok tiga besar lembaga yang signifikan terlibat mengelola SPPG, selain TNI dan Polri.
Usai penandatanganan prasasti dilanjutkan peninjauan dapur SPPG Medan Amplas. Dua unit SPPG yang diresmikan sudah beroperasi lebih awal, salah satunya SPPG Limau Mungkur yang sudah diluncurkan pada Oktober 2025.

