| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

HARI Pers Nasional semestinya dimaknai sebagai ruang refleksi, bukan sekadar perayaan seremonial. Ia mengajak pers untuk menimbang kembali perannya dalam demokrasi yang terus berhadapan dengan kekuasaan, kepentingan ekonomi, dan arus informasi yang kian bising. Dalam konteks ini, pers bukan hanya penyampai kabar, tetapi penjaga ruang publik dan akal sehat masyarakat.
Dalam demokrasi, pers dikenal sebagai the fourth estate—kekuatan yang mengawasi jalannya kekuasaan negara. Fungsi ini tidak semata teknis, melainkan moral: memastikan kekuasaan dijalankan secara transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan publik. Ketika pers kehilangan daya kritisnya, demokrasi ikut kehilangan mekanisme koreksi yang penting.
Sejarah menunjukkan bahwa kekuasaan cenderung meluaskan diri. Karena itu, pers tidak ditempatkan sebagai musuh negara, melainkan sebagai penyeimbang.
Pers yang kritis justru berfungsi menyehatkan demokrasi, mencegah kekuasaan jatuh ke dalam kesewenang-wenangan. Namun relasi pers dan kekuasaan hari ini jarang tampil dalam bentuk represi terbuka. Tekanan sering hadir secara halus melalui akses, kedekatan, dan kepentingan politik-ekonomi. Di titik inilah etika jurnalis diuji.
Secara filosofis, persoalan ini menyentuh etika tanggung jawab. Jurnalisme tidak cukup berlandaskan niat baik dan kebebasan semata, tetapi menuntut kedisiplinan moral: verifikasi, keberimbangan, dan kesadaran akan dampak sosial informasi. Kebebasan pers tanpa etika berisiko berubah menjadi kebisingan yang justru merusak kualitas ruang publik.
Dalam demokrasi elektoral, godaan terbesar bagi pers adalah larut dalam polarisasi kekuasaan. Ketika media tidak lagi menjaga jarak kritis dan ikut membingkai realitas sesuai kepentingan tertentu, publik kehilangan rujukan yang jernih. Padahal demokrasi membutuhkan pers yang berdiri di atas kebenaran dan kepentingan warga, bukan di belakang kekuasaan mana pun.
Kaburnya batas antara fakta dan opini menjadi ancaman serius bagi ruang publik. Ketika informasi tidak lagi diverifikasi secara ketat, publik kehilangan pijakan rasional dalam menilai realitas politik. Di sinilah pers memikul tanggung jawab epistemik: menjaga fakta tetap dapat dibedakan dari tafsir dan propaganda.
BACA JUGA: 22 Tahun Samosir: Kekuasaan, Kejujuran, dan Utang Moral pada Sejarah
Etika jurnalis bukan sekadar kode profesi, melainkan fondasi demokrasi. Prinsip independensi, akurasi, dan keberimbangan adalah komitmen moral, bukan formalitas. Ketika etika dikorbankan demi kecepatan atau sensasi, yang runtuh bukan hanya kredibilitas media, tetapi juga kualitas pengambilan keputusan publik.
Hari Pers Nasional pada akhirnya mengingatkan bahwa pers memiliki kekuasaan simbolik. Apa yang diberitakan dan bagaimana ia dibingkai akan memengaruhi cara masyarakat memahami kekuasaan. Karena itu, pers dituntut untuk terus mengkritisi posisinya sendiri dan setia pada mandat demokratisnya.
Di tengah kebisingan zaman, pers dipanggil untuk menghadirkan kejernihan. Sebab hanya pers yang beretika dan berani menjaga kebenaran yang mampu memastikan demokrasi tetap bernapas dan kekuasaan tetap manusiawi.
Selamat Hari Pers Nasional 2026!
====
Penulis Mantan Ketua Komda Pemuda Katolik Sumatera Utara dan Pernah Menjabat Ketua Komisi A DPRD Sumatera Utara
====
medanbisnisdaily.com menerima tulisan (opini/artikel) terkait isu-isu aktual masalah ekonomi, politik, hukum, budaya dan lainnya. Tulisan hendaknya ORISINAL, belum pernah dimuat dan TIDAK DIKIRIM ke media lain, disertai dengan lampiran identitas (KTP/SIM), foto (minimal 700 px dalam format JPEG/posisi lanskap), data diri singkat (dicantumkan di akhir tulisan), nama akun FB dan No HP/WA. Panjang tulisan 4.500-5.500 karakter. Tulisan tidak dikirim dalam bentuk lampiran email, namun langsung dimuat di badan email. Redaksi berhak mengubah judul dan sebagian isi tanpa mengubah makna. Isi artikel sepenuhnya tanggung jawab penulis. Kirimkan tulisan Anda ke: [email protected]. Silahkan bergabung di Halaman FB MedanBisnis Daily atau grup FB medanbisnisdaily.com untuk mengetahui artikel-artikel yang ditayangkan atau kunjungi website: medanbisnisdaily.com.

