| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com – Medan. Upaya menahan arus pasien berobat ke luar negeri terus digencarkan Siloam Hospitals Group melalui pendekatan edukasi publik. Salah satunya diwujudkan lewat kegiatan Siloam Fair 2026 yang digelar selama sepekan di Atrium Sun Plaza Medan, 14-19 April 2026.
Sejumlah kegiatan yang digelar di Siloam Fair itu, di antaranya pemeriksaan kesehatan, health talk oleh dokter spesialis, hingga kegiatan sosial seperti donor darah, yang dirancang untuk memberikan akses langsung sekaligus meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.
Executive Director Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan, Hartono Teguh Wijaya, mengatakan, kegiatan ini menjadi langkah rumah sakit yang dipimpinnya dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, sekaligus menunjukkan bahwa fasilitas medis di dalam negeri semakin kompetitif.
Menurutnya, kebutuhan layanan kesehatan berkualitas tinggi yang mudah diakses terus meningkat, tidak hanya untuk penanganan penyakit kritis seperti jantung dan stroke, tetapi juga berbagai layanan spesialis lainnya.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, paparnya, Siloam menghadirkan pendekatan layanan berbasis ekosistem terintegrasi melalui konsep Center of Excellence.
Kolaborasi lintas jaringan ini melibatkan sejumlah rumah sakit, seperti Siloam Hospitals ASRI, MRCCC Siloam Semanggi, Siloam Hospitals Kebon Jeruk, dan Siloam Hospitals TB Simatupang, guna memperluas akses layanan kesehatan berstandar internasional di dalam negeri.
Menurutnya, kegiatan ini dilatarbelakangi kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang cepat dan berkualitas.
“Masih banyak masyarakat yang memilih berobat ke luar negeri. Padahal layanan di dalam negeri, khususnya di Medan, sudah mampu menjawab kebutuhan tersebut dengan kualitas yang baik,” uja Hartono dalam konferensi pers usai penutupan Siloam Fair, Minggu (19/4/2026).
Menurutnya, besarnya biaya yang dikeluarkan masyarakat Indonesia untuk berobat ke luar negeri—yang mencapai triliunan rupiah setiap tahun—menjadi tantangan sekaligus dorongan untuk memperkuat layanan di daerah.
Layanan Unggulan Berbasis Neuroscience
RS Siloam Dhirga Surya Medan sendiri menempatkan penanganan stroke sebagai salah satu layanan unggulan berbasis neuroscience. Rumah sakit ini telah berstatus stroke ready hospital yang siap melayani pasien selama 24 jam.
Dalam penanganan stroke, kecepatan menjadi faktor krusial, di mana tindakan medis ideal dilakukan dalam golden period sekitar 4,5 jam sejak gejala awal muncul.
“Jika pasien datang dalam periode emas tersebut, peluang pemulihan jauh lebih besar dan pasien bisa kembali beraktivitas,” kata Hartono.
Komitmen terhadap kualitas layanan juga dibuktikan melalui pencapaian internasional. Dalam ajang World Stroke Organization melalui program WSO Angels Awards, rumah sakit ini meraih penghargaan Diamond selama dua tahun berturut-turut—kategori tertinggi dalam penilaian layanan stroke global.
Head of Neuroscience Team, Michael Lumintang Loe, menambahkan, pencapaian tersebut didukung oleh pemanfaatan teknologi modern serta peningkatan kompetensi tim medis secara berkelanjutan.
“Layanan kami tidak hanya mencakup stroke, tetapi juga operasi tumor otak hingga gangguan tulang belakang. Kami didukung teknologi seperti neuro navigation system yang membuat tindakan lebih presisi,” ujarnya.
Ia menambahkan, dari sisi fasilitas dan keahlian, layanan kesehatan di Indonesia tidak kalah dengan luar negeri. Namun, persepsi masyarakat masih menjadi tantangan. Ia mengingatkan bahwa pengobatan membutuhkan perawatan berkelanjutan, sehingga idealnya dilakukan dalam satu sistem layanan yang terintegrasi.
Kolaborasi antar Rumah Sakit
Sementara itu, Hospital Director dr Maria Christina MARS, menegaskan bahwa kekuatan jaringan Siloam menjadi nilai tambah dalam penanganan pasien.
Kolaborasi antar rumah sakit dalam satu grup memungkinkan penanganan kasus kompleks tanpa harus merujuk pasien ke luar negeri.
"Melalui Siloam Fair 2026, berbagai kegiatan edukatif turut dihadirkan, mulai dari health talk, konsultasi dokter, hingga paket skrining kesehatan dengan biaya terjangkau. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit," ujarnya.
Dengan dukungan jaringan nasional yang terintegrasi, paparnya, RS Siloam Dhirga Surya Medan optimistis dapat menjadi salah satu rujukan layanan kesehatan unggulan di Sumatera Utara sekaligus menekan ketergantungan masyarakat terhadap pengobatan ke luar negeri.

