| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com - Medan. Di tengah tekanan global yang belum mereda akibat meningkatnya tensi geopolitik dan volatilitas pasar keuangan internasional, Bank Mandiri tetap mampu menunjukkan resiliensi bisnis dengan membukukan kinerja yang solid di kuartal I 2026.
Bank berkode emiten BMRI ini mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 15,4 triliun atau tumbuh 16,6% secara year on year (yoy), dengan profitabilitas yang terjaga kokoh tercermin dari Return on Equity (ROE) di level 22,1%, serta fondasi permodalan yang kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) di level 19,7%.
Posisi ini memberikan ruang yang kuat bagi Bank Mandiri untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan sekaligus menjaga ketahanan menghadapi potensi gejolak pasar ke depan.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, mengatakan, kinerja ini merupakan hasil nyata dari fokus sinergi yang dijalankan secara terarah dan berdampak.
"Bank Mandiri mengedepankan semangat Sinergi Majukan Negeri melalui penguatan sinergi UMKM dan ekonomi kreatif, serta sinergi ekosistem digital," katanya, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/4/2026).
Kinerja intermediasi Bank Mandiri di kuartal I 2026 menunjukkan akselerasi konsisten di atas rata-rata industri di seluruh indikator utama. Dari sisi penyaluran kredit, per Maret 2026 tercatat Rp 1.530 triliun atau naik 17,4% yoy, di atas rata-rata industri yang tumbuh 9,37% (data OJK per Februari 2026).
Di sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) bank only tercatat Rp 1.675 triliun atau naik 21,1% yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri sebesar 13,2%. Struktur pendanaan juga semakin kuat, tercermin dari Current Account Saving Account (CASA) yang mencapai Rp 1.201 triliun atau tumbuh 12,7% yoy. Sementara itu, produktivitas operasional semakin baik, tercermin dari perbaikan rasio BOPO ke level 58%.
Direktur Corporate Banking Bank Mandiri, M. Rizaldi, menjelaskan, seluruh ekspansi bisnis ini secara konsisten diimbangi dengan pengelolaan kualitas aset yang disiplin, dengan NPL Gross bank only terjaga di level 0,98% atau membaik 3 bps, jauh di bawah rata-rata industri sebesar 2,17%.
Bank Mandiri secara aktif berperan mendukung berbagai program prioritas nasional yang berdampak langsung pada sektor riil dan masyarakat luas, mencakup Kredit Usaha Rakyat (KUR), Program 3 Juta Rumah, Makan Bergizi Gratis, serta Koperasi Desa Merah Putih.
Dalam penyaluran KUR, Bank Mandiri mencatatkan realisasi Rp 11 triliun, menjangkau lebih dari 87.000 pelaku UMKM di berbagai sektor produktif.
Pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekitar 6.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah menggunakan layanan Virtual Account Bank Mandiri untuk memperkuat tata kelola keuangan yang akuntabel.
Dukungan terhadap pemerataan kesejahteraan juga diwujudkan melalui pembiayaan 2.300 unit hunian dalam Program 3 Juta Rumah (FLPP). Di tingkat desa, telah mendukung aspirasi sekitar 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Menurut Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, kapabilitas digital Bank Mandiri yang terus tumbuh menjadi fondasi utama dalam memperluas sinergi ekosistem dan menjangkau seluruh lapisan ekonomi nasional melalui tiga platform utama yang melayani segmen individu, bisnis, dan digitalisasi UMKM.
Livin’ by Mandiri kini digunakan sekitar 39 juta pengguna terdaftar, tumbuh 27%, dengan rata-rata akuisisi sekitar 27.000 pengguna baru setiap harinya dan 1,24 miliar transaksi. Bank Mandiri juga menghadirkan Livin’ Call, layanan call center bebas pulsa yang terintegrasi di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Pada segmen bisnis, Kopra by Mandiri telah melayani 335.000 pengguna terdaftar, tumbuh 27%, di mana 85% merupakan pelaku UMKM, dengan frekuensi transaksi tumbuh 13% ke angka 395 juta transaksi. Sementara itu, Livin’ Merchant telah digunakan 3,3 juta merchant terdaftar atau tumbuh 28%.
"Seluruh kapabilitas digital Bank Mandiri sejatinya merupakan sarana untuk Bank Mandiri dapat menjangkau nasabah dengan efektif dan efisien secara operasional, bahkan hingga ke pulau-pulau terluar, mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat yang inklusif," ujar Novita.
Bank Mandiri telah mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi dan proses bisnis melalui tiga pilar utama: Sustainable Banking, Sustainable Operation, dan Sustainability Beyond Banking.
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan menjelaskan, pada pilar Sustainable Banking, portofolio pembiayaan berkelanjutan per Maret 2026 tercatat Rp 320 triliun, tumbuh 8,8%, terdiri dari pembiayaan hijau sebesar Rp 167 triliun serta portofolio sosial sebesar Rp 153 triliun.
Pada kuartal ini, perseroan mencatat pembiayaan baru Rp 3,6 triliun di sektor green building dan Rp 5,2 triliun di sektor pengelolaan sumber daya alam hayati.
Sejalan dengan ketentuan POJK yang mendorong pengembangan produk keuangan berkelanjutan, Bank Mandiri juga terus memperkuat sisi pendanaan, yang tercermin dari alokasi penuh dana Green Bond Tahap II sebesar Rp 5 triliun, masing-masing 72% untuk sektor pengelolaan SDA hayati dan 28% untuk transportasi ramah lingkungan.
"Dengan kinerja dan fundamental yang solid tersebut, kami optimis kedepannya Bank Mandiri akan dapat menghasilkan kontribusi positif dan signifikan, dalam memperkuat industri perbankan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan," kata Henry.

