| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com - Medan. Gelombang dukungan terhadap Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan, Hasyim SE, untuk memimpin Medan sebagai Wali Kota terus menguat dan meluas dari berbagai elemen masyarakat.
Kali ini, dukungan datang dari Aliansi Rakyat Medan Bersatu (ARMED-10), gabungan sepuluh organisasi yang menyatakan sikap tegas mendukung Hasyim sebagai figur pemersatu dan harapan baru bagi masa depan kota.
ARMED-10 menilai Hasyim sebagai sosok pemimpin yang lengkap, tidak hanya berpengalaman dalam dunia politik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Karakter kepemimpinannya yang tenang, inklusif, dan penuh pertimbangan dinilai mampu menjawab tantangan kompleks yang dihadapi Kota Medan saat ini.
Rekam jejak Hasyim menjadi salah satu alasan utama mengapa dukungan terus berdatangan. Ia dipercaya oleh partai untuk memimpin DPC PDIP Kota Medan selama tiga periode berturut-turut. Kepercayaan ini mencerminkan konsistensi, loyalitas, dan kapasitas kepemimpinan yang kuat di internal partai.
Di bawah kepemimpinannya, PDI Kota Medan berhasil mempertahankan status sebagai pemenang Pemilu. Bahkan, capaian tersebut mengantarkan kader PDIP menduduki kursi Ketua DPRD Medan selama dua periode berturut-turut, yakni 2019–2024 dan kembali berlanjut pada periode 2024–2029.
Aliansi ARMED-10 sendiri terdiri dari sepuluh organisasi, yakni Forum Rakyat Anak Medan Bersatu (FORMES-1) yang diketuai Akbar Ali, Laskar Juang Pemuda Merah Putih Kota Medan (LJ-PMP) di bawah Bana Sitorus, Forum Komunitas Medan Satu (FKM-1) dengan Sekretaris Umum Morademan M.G, Forum Nasional Cinta Tanah Air (FONACI) yang diketuai Adris Almadani BB, Komunitas Milenial Medan Bersahabat (KMMB) yang dikoordinatori Afrianda Pane.
Kemudian Koalisi Pemuda Medan Bersatu (KOPA-MU) dengan Ketua Harian Araneli Hasibuan, Aliansi Relawan Sosial Sumut (ARSIS) yang dipimpin Solichano A. Sip, Jaringan Aktivis Demokrasi Medan (JADEM) oleh Maros Al Laysi, Kesatuan Aksi Masyarakat Mandiri Nusantara (KM2-NUSA) yang diketuai Omar Nayyir, serta Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Cinta Indonesia (GEMA-CI) di bawah pimpinan korda Jugo Haris.
Koordinator Komunitas Milenial Medan Bersahabat (KMMB), Afrianda Pane, yang juga menjadi inisiator ARMED-10, menegaskan bahwa Kota Medan membutuhkan sosok pemimpin yang mampu merangkul seluruh golongan. “Medan ini butuh figur yang merangkul, bukan memisahkan. Dan itu ada pada sosok Hasyim SE,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua FORMES-1 Akbar Ali menyampaikan bahwa Hasyim bukan hanya berpengalaman sebagai Anggota DPRD Medan selama tiga periode, tetapi juga sosok pemimpin yang mampu menciptakan suasana kondusif. “Ia tahu kapan berbicara, kapan mendengar, dan kapan bertindak. Ini kualitas penting bagi seorang pemimpin,” ungkapnya.
Menurut ARMED-10, Hasyim dikenal luas sebagai tokoh yang dekat dengan masyarakat. Ia kerap hadir langsung di tengah warga, mendengar aspirasi tanpa sekat, serta memberikan solusi nyata terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Kedekatan tersebut menjadikan Hasyim sebagai figur yang tidak berjarak dengan rakyat. Ia mampu membangun komunikasi lintas kelompok, menghargai perbedaan, serta menolak politik identitas yang berpotensi memecah belah persatuan.
Sebagai bentuk keseriusan dukungan, ARMED-10 memastikan dalam waktu dekat akan menggelar deklarasi resmi untuk mendukung Hasyimmaju sebagai calon Wali Kota Medan. Deklarasi ini diharapkan menjadi momentum besar dalam menyatukan kekuatan masyarakat demi mendorong kepemimpinan yang membawa Medan menuju masa depan yang lebih maju, harmonis, dan berkeadilan.

