| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com - Medan. Ruas Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat yang telah beroperasi hingga Sinaksak, bukan sekedar jalan tol biasa. Lebih dari itu, ruas tol ini seperti "game changer" untuk Sumatera Utara.
Mengapa disebut "Game Changer", adalah karena memiliki berbagai keunggulan. Hal tersebut disampaikan Kepala Regional Area Sumatra Bagian Utara PT Hutama Karya (Persero), Taufiq Hidayat, dalam media gathering di Medan, Kamis (23/4/2026).
Berbagai keunggulan itu, di antaranya mempercepat waktu tempuh. Kemudian mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka akses wisata menuju destinasi superprioritas Danau Toba. Selain itu, menghubungkan kawasan strategis di Sumut.
Adapun Hutama Karya mencatat progres signifikan dalam pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Hingga Januari 2026, total jalan tol yang telah terbangun mencapai 1.129 kilometer, baik yang sudah beroperasi maupun masih dalam tahap konstruksi.
Taufiq Hidayat menyampaikan bahwa pembangunan JTTS merupakan bagian dari penugasan pemerintah untuk mempercepat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera.
“Pembangunan JTTS ini tidak hanya menghadirkan infrastruktur, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan sosial yang besar bagi masyarakat, khususnya di Sumatera Utara,” ujarnya.
Secara keseluruhan, Hutama Karya mendapat mandat pembangunan JTTS sepanjang sekitar 2.848 km yang dibagi dalam beberapa tahap. Dari total tersebut, ruas yang telah beroperasi mencapai 970 kilometer, sementara sisanya masih dalam proses pembangunan.
Di Sumut, sejumlah ruas tol strategis telah beroperasi, di antaranya ruas Medan–Binjai, Binjai–Pangkalan Brandan, hingga Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat. Kehadiran ruas-ruas ini dinilai menjadi penggerak utama konektivitas antarwilayah.
Selain itu, ruas Indrapura–Kisaran sepanjang 47,75 km juga telah beroperasi dengan dukungan fasilitas lengkap seperti rest area, sistem pemantauan lalu lintas, hingga layanan darurat. Volume lalu lintas harian rata-rata di ruas ini tercatat stabil di kisaran 7.000 kendaraan per hari dalam tiga tahun terakhir.
Hutama Karya juga terus meningkatkan kualitas layanan di jalan tol, termasuk penyediaan fasilitas rest area, sistem transaksi digital, hingga penguatan aspek keselamatan dan keamanan pengguna jalan.
“Tantangan ke depan adalah menyelesaikan ruas-ruas yang belum terbangun serta memastikan operasional berjalan optimal. Kami berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” kata Taufiq.
Pemerintah sendiri terus mendorong percepatan pembangunan JTTS melalui berbagai regulasi, termasuk perpanjangan masa konsesi dan penambahan ruas penugasan. Diharapkan, proyek ini mampu menjadi tulang punggung logistik dan mempercepat pemerataan pembangunan di Sumatera.

