| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan. Pasangan suami istri (pasutri), Suharlin dan Dame Lamria Pakpahan (47), warga Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, Sumatra Utara ditemukan meninggal dunia di dalam mobil sedan Chevrolet berwarna hitam bernomor polisi BM 1064 VR yang terparkir di depan rumah orang tua mereka di Jalan Harapan Pasti, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Kapolsek Medan Area, AKP M Ainul Yaqin, mengatakan pihaknya menerima laporan dari kepala lingkungan setempat terkait penemuan dua orang yang diduga meninggal dunia di dalam kendaraan.
"Kedua korban pasangan suami istri ditemukan meninggal dunia di depan rumah orang tuanya di Jalan Harapan Pasti, Kecamatan Medan Denai," ujar AKP M Ainul Yaqin saat berada di lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan saksi, Guntur Simatupang, pasangan suami istri tersebut datang ke rumah orang tua korban pada Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
Saat itu, korban mengaku ingin menginap karena listrik di rumah mereka sedang padam. Keduanya memilih beristirahat di dalam mobil yang diparkir di depan rumah.
"Korban mengatakan mau menginap karena listrik di rumah mereka sedang mati dan tidur di dalam mobil saja, tepatnya di parkiran depan rumah orang tua korban," kata Kapolsek.
Pada Jumat pagi sekitar pukul 06.00 WIB, saksi sempat mendatangi mobil dan mengajak kedua korban masuk ke dalam rumah. Namun ajakan tersebut ditolak.
"Korban mengatakan, 'di dalam mobil saja kami, nanti kami masuk ke rumah'," ungkapnya.
Menurut keterangan saksi, korban perempuan diketahui dalam kondisi sakit lumpuh, sedangkan korban laki-laki dalam keadaan sehat.
Sekitar pukul 13.00 WIB, saksi kembali mendatangi kendaraan tersebut dan mendapati korban laki-laki sudah tidak merespons. Sementara korban perempuan terlihat lemas di dalam mobil yang masih terkunci. Saat itu, wiper mobil diketahui masih dalam keadaan menyala.
Melihat kondisi tersebut, warga berupaya meminta bantuan pemadam kebakaran untuk membuka kendaraan. Namun karena bantuan belum tiba, warga bersama sejumlah orang lainnya memecahkan kaca mobil menggunakan busi dan membuka pintu kendaraan.
"Suhu di dalam mobil sangat panas," ujar AKP Ainul Yaqin.
Kedua korban kemudian dibawa ke RS Madani untuk mendapatkan penanganan medis. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, keduanya dinyatakan telah meninggal dunia.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan polisi bersama Tim Inafis Polrestabes Medan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban maupun di dalam kendaraan.
"Berdasarkan olah TKP mobil dan kedua korban, tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan," tegasnya.
Saat ini, jenazah kedua korban telah diserahkan kepada pihak keluarga. Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kematian kedua korban.

