| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Deli Serdang. Video yang menampilkan Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan menjawab keluhan masyarakat terkait kondisi jalan rusak dengan mempertanyakan pembayaran pajak warga, viral di media sosial dan memicu beragam reaksi dari netizen.
Dalam video yang beredar luas di sejumlah platform media sosial, Asri Ludin Tambunan menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur, termasuk perbaikan jalan, bergantung pada kemampuan keuangan daerah yang salah satunya bersumber dari pajak masyarakat.
Saat meninjau perbaikan Jalan Paluh Gelombang atau Jalan Industri di Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Asri Ludin menjelaskan bahwa pemerintah daerah memiliki keterbatasan anggaran sehingga pembangunan dilakukan berdasarkan skala prioritas.
Namun ketika ditanya mengenai kondisi jalan rusak di wilayah lain, Asri Ludin justru mempertanyakan kontribusi masyarakat melalui pembayaran pajak.
"Tergantung keuangan kita, masyarakatnya bayar pajak nggak?. Bayar PBB nggak?. Kalau nggak ada, uang pemerintah darimana?," kata Asri Ludin dalam video tersebut.
Pernyataan itu kemudian menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak netizen menilai jawaban tersebut kurang menjawab substansi keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan yang telah lama dikeluhkan.
Video yang diunggah sejumlah akun media sosial telah ditonton ratusan ribu kali dan dibanjiri ribuan komentar. Sebagian netizen mempertanyakan kebijakan pembangunan daerah, sementara sebagian lainnya menyoroti komunikasi kepala daerah dalam merespons aspirasi masyarakat.
Di tengah ramainya perdebatan itu, perhatian publik kemudian mengarah pada laporan harta kekayaan Asri Ludin Tambunan yang tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Berdasarkan data LHKPN yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk periode pelaporan tahun 2025 dan disampaikan pada 31 Maret 2026, Asri Ludin memiliki total kekayaan bersih sebesar Rp 25.344.145.672 atau sekitar Rp 25,3 miliar.
Aset terbesar berasal dari kepemilikan 29 bidang tanah dan bangunan senilai Rp 17,92 miliar yang tersebar di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.
Selain itu, Asri Ludin juga melaporkan kepemilikan tujuh kendaraan dengan total nilai Rp3,605 miliar. Beberapa di antaranya adalah Toyota Land Cruiser VX-R tahun 2019, Mercedes Benz E200 tahun 2021, Toyota Kijang Innova tahun 2021, Honda Brio RS tahun 2022, serta Vespa GTS 150 cc.
Ia juga memiliki surat berharga senilai Rp 978 juta dan kas serta setara kas sebesar Rp 6,66 miliar. Setelah dikurangi utang sebesar Rp 3,82 miliar, total kekayaan bersihnya tercatat Rp 25,3 miliar.
Jumlah kekayaan tersebut kemudian ikut menjadi bahan pembahasan netizen yang mengomentari video viral tersebut. Sejumlah warganet membandingkan pernyataan Asri Ludin mengenai keterbatasan anggaran daerah dengan posisi dan kekayaan yang dimilikinya sebagai pejabat publik.
BACA JUGA: KPK Buka Suara soal Pemkab Deli Serdang Rutin Gelar Kegiatan di Hotel Milik Keluarga Bupati
Meski demikian, data LHKPN menunjukkan kenaikan kekayaan Asri Ludin tidak terlalu signifikan dibandingkan saat masih menjabat Kepala Dinas Kesehatan Deli Serdang. Saat itu total kekayaannya tercatat Rp 24,38 miliar atau meningkat sekitar Rp 955 juta hingga pelaporan tahun 2025.
Viralnya video tersebut kembali memperlihatkan tingginya perhatian masyarakat terhadap isu infrastruktur jalan dan pelayanan publik di daerah. Bagi warga, persoalan jalan rusak bukan sekadar masalah pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut bagaimana pemerintah merespons keluhan yang mereka sampaikan.

