| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan. Masih ingat dengan permainan bom-bom car atau sepeda air berbentuk bebek yang mengarungi kolam buatan? Itulah beberapa permainan di Taman Ria Medan dikenal juga dengan nama Medan Fair (beda dengan Plaza Medan Fair) yang begitu populer sampai akhir tahun 1990-an. Wahana permainan lain seperti kereta api mini, kuda pusing, komedi putar juga tak kalah serunya.
Sebagai tempat rekreasi keluarga, Taman Ria Medan menjadi pilihan utama untuk mengisi akhir pekan dan waktu liburan. Tidak hanya bagi masyarakat Medan, namun juga masyarakat di luar Medan. Fasilitas hiburan yang ada juga terbilang lengkap untuk semua umur. Ada panggung terbuka, restoran, lotre, bowling, dan juga fasilitas ibadah, seperti mushalla dan masjid.
Di panggung terbuka itu, tidak hanya sejumlah artis cilik nasional yang pernah mengisi panggung itu. Beberapa band papan atas juga pernah tampil. Salah satunya kelompok The Mercy. Sebelum berkarir di ibukota, band yang berdiri 1969 ini rutin mengisi panggung Taman Ria.
Termasuk juga penyanyi dangdut kelahiran Labuhan Batu Utara, Ona Sutra, yang kerap manggung di Taman Ria Medan, sebelum kemudian hijrah ke Jakarta.
Yang paling menarik dan paling tidak terlupakan adalah program gratis bagi anak-anak sekolah yang masuk 10 besar di kelasnya. Cukup dengan membawa rapor, anak-anak berprestasi itu bebas masuk ke Taman Ria. Program itu digulirkan untuk memicu anak-anak sekolah agar rajin belajar.
Apresiasi yang sama juga sempat diberikan kepada anak-anak guru. Mereka diberikan tiket gratis untuk menikmati wahana permainan yang tersedia. Malah anak guru yang juga meraih rangking 1-3 akan diberi hadiah oleh pengelola Taman Ria.
Selain itu, di Taman Ria juga kerap digelar perlombaan untuk anak-anak, seperti limbah menyanyi, menggambar, baca puisi dan sebagainya.
Salah seorang warga Jalan Pertahanan, Patumbak, Tina Tamba (42) mengaku memiliki kenangan tersendiri terhadap Taman Ria Medan.
"Dulu kalau ada family yang datang dari kampung, tidak lengkap kalau tidak dibawa ke Taman Ria. Enggak sah rasanya ke Medan kalau belum ke Taman Ria. Sebelum mereka pulang kami bersama-sama pergi dulu ke Taman Ria," katanya.
Bagi Tina, Taman Ria di tahun 90 awal, seperti sebuah magnet. Pada masa itu, akhir pekan selalu menjadi waktu yang paling ditunggu-tunggu.
"Serunya lagi kalau mau berangkat ke Taman Ria. Kami bawa bontot banyak-banyak. Malam sebelum berangkat aku nggak bisa tidur terbayang-bayang suasana Taman Ria. Padahal dah bolak-balik ke sana," tutur Tina kepada medanbisnisdaily.com, Sabtu (7/4/2018).
Taman Ria resmi dibuka oleh Walikota Medan ke -10 Sjoerkani pada 1971. Taman Ria adalah sebutan lain untuk Medan Fair. Ia berdiri di atas lahan seluas 4,5 Ha.
Menurut catatan sejarawan dan juga wartawan senior Muhamad TWH, sebelum dijadikan Taman Ria, dulunya kawasan itu adalah kompleks makam masyarakat Tionghoa.
Setelah 32 tahun berkiprah, Medan Fair kemudian dipindahkan ke Tapian Daya yang kini dikenal sebagai Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU).
Sedangkan eks Taman Ria yang berada di Jalan Gatot Subroto, Medan (bersisian dengan Carrefour yang sebelumnya dikenal dengan nama Plaza Medan Fair) sampai kini masih difungsikan sebagai tempat kegiatan Pemko. Terakhir pada Maret 2018, eks lahan Taman Ria itu dijadikan tempat penyelenggaraan MTQ se- Kota Medan yang ke -51.

