| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |
Medanbisnisdaily.com-Jakarta. Pendaftaran Bacaleg telah dibuka sejak 4 Juli lalu. Hanya saja hingga hari ini belum satu pun partai yang mendaftarkan bacaleg mereka.
Diduga salah satu alasan belum adanya partai mendaftar karena belum terpenuhinya syarat 30 persen keterwakilan perempuan. Kesulitan mencari bacaleg perempuan ini dianggap karena biaya politik yang besar.
"Saya tidak percaya parpol punya krisis perempuan. Kita tidak kekuaangan (perempuan) tapi realitasnya ada pandangan hadir di politik itu membutuhkan biaya besar," ujar Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini, dalam diskusi 'Gampang-gampang Susah Cari Caleg' di Gado-Gado Boplo, Jl. Gereja Theresia, Jakarta Pusat, Sabtu (14/7).
Menurut Titi, ketika perempuan maju sebagai caleg perempuan tidak mendapatkan insentif pemilu dari partai politik.
"Tapi realitasnya ada pandangan hadir di politik itu membutuhkan biaya besar. Jadi ketika mereka maju dan berkompetisi pemilu tapi tidak ada insentif pemilu yang bisa didapatkan," kata Titi.
Sementara itu perwakilan DPP PPP Lena Maryana Mukti, mengatakan kesulitan mencari bacaleg perempuan seharusnya tidak terjadi bila partai mengikuti UU Nomor 2 Tahun 2008 tentang partai politik. Menurutnya dalam UU tersebut partai politik diharuskan menempatkan 30 persen perempuan di setiap tingkatan.
"Fenomena (kesulitan) ini terjadi di semua partai, ini juga terjadi di PPP. Kesulitan itu tidak akan terjadi bila partai melaksanakan aturan yang diatur oleh UU Nomor 2 Tahun 2008. Disyaratkan parpol harus menempatkan 30 persen perempuan di seluruh jenjang. Kalau dilakukan tidak akan mengalami kesulitan," kata Lena.
Alasan lain menurutnya, karena tidak adanya kesadaran perempuan untuk ikut dalam demokrasi. Lena mengatakan demokrasi akan mengalami devisit tanpa perempuan.
"Di internal perempuan juga belum banyak yang menyadari kehadiran perempuan di demokrasi. Demokrasi akan mengalami devisit bila tidak ada perempuan," ujar Lena.
Berbeda dengan Lena, Bendahara PAN Chandra Tirta Wijaya, mengatakan partainya tidak kesulitan mencari bacaleg perempuan. Menurutnya saat ini PAN telah melengkapi keterwakilan perempuan.
"Alhamdulialh tidak sulit untuk caleg perempuan, kurangnya 20 persen. Bukan tidak ada oranya hanya kurang melengkapi administrasi," kata Chandra.(dtc)

