| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan. Ketua Umum DPP Persatuan Inteligensia Kristen (PIKI), Dr Badikenita Sitepu, resmi melantik Pengurus DPD PIKI Sumatera Utara periode 2021-2026 di HKBP Tanjung Sari Jalan Setia Budi Nomor 11 Tanjung Sari Medan, Jumat (18/03/2022).
Pelantikan turut dihadiri Sekretaris Jenderal DPP PIKI, Pdt Audy MR Wuisang MTh, Wakil Ketua Umum Iwan Butarbutar SE MSi. Hadir juga perwakilan Lembaga Keumatan di antaranya Sekretaris Umum PGIW Sumut, Pdt Dr Eben Siagian, Korwil 1 PP GMKI, Hendra L Manurung, Ketua Cabang GMKI Medan, DPD GAMKI Sumut, PWKI Sumut dan Tokoh Gereja JA Ferdinandus.
Pelantikan dikemas hikmat dan sederhana dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, mengingatkan PIKI untuk kembali ke gereja dan masyarakat sebagai basis pelayanan, ditengah suasana covid-19 dan tekanan ekonomi.
Dengan thema "Tegakkanlah Keadilan" (Amos 5:15), pelantikan diawali ibadah dengan pengkhotbah Pdt Untung Suseno MTh, yang mengingatkan pengurus yang baru dilantik untuk menegakkan keadilan dengan menjadi pribadi yang takut akan Tuhan.
"Kalau kita tidak mengalami transformasi spiritual karena pekerjaan Roh Kudus maka keadilan yang seharusnya dinikmati oleh gereja dan masyarakat di Sumatera Utara bisa berhenti/mandeg karena PIKI tidak bisa menjadi saluran keadilan bagi mereka yang seharusnya menikmati. Keadilan harus bisa digerakkan dan dioperasionalkan," kata Pendeta Untung Suseno dalam khotbahnya.
Ketua Umum DPP PIKI, Badikenita Sitepu, menyebut bahwa PIKI mempunyai tantangan untuk mewujudkan rumah bersama yang melayani dan berpartisipasi dalam iman demi Indonesia yang adil dan sejahtera. Ia melanjutkan, untuk menyukseskan program PIKI ke depan penting untuk memperkuat keberadaan DPC PIKI di 33 Kabupaten/Kota di Sumut.
Selain itu, Badikenita Sitepu yang juga Anggota DPD RI dari Sumut tersebut, menyampaikan selamat kepada pengurus yang dilantik, yakni Ketua DPD PIKI Sumut Dr Naslindo Sirait MM, Sekretaris Kamser M Sitanggang SAk dan Bendahara Dr Bertha M Silalahi MSi, serta seluruh jajaran pengurus.
Sementara itu, Ketua DPD PIKI Sumut Naslindo Sirait dalam pidato pelantikan menyampaikan bahwa PIKI adalah gerakan pemikiran yang akan membantu gereja, pemerintah dan masyarakat dalam merumuskan kebijakan-kebijakan, ide, gagasan konstruktif dengan pendekatan intelektual (metodologis).
Sebagai Gerakan kultural, Naslindo mengatakan PIKI bertanggungjawab membawa generasi mendatang untuk dapat melintasi perubahan dengan dasar yang kuat berupa budaya dan iman percaya kepada Tuhan.
Disamping itu, Naslindo Sirait juga mengingatkan supaya PIKI tidak hanya menjadi kelompok intelektual di kota tapi harus mulai terjun ke desa-desa menjadi gerakan pemberdayaan, membantu masyarakat keluar dari kemiskinan, kebodohan dan ketidakpedulian.
Dengan mengaktifkan keberadaan DPC-DPC PIKI di Kabupaten/Kota, kontribusi PIKI dapat dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat. PIKI juga didorong untuk menjadi gerakan advokasi (pendampingan) bagi masyarakat yang belum tersentuh pembangunan dan termarginalkan.
Ketua DPD PIKI Sumut diakhir pidatonya menyampaikan terima kasih dan memohon dukungan kepada DPP PIKI, DPD PIKI Sumut, lembaga keumatan, gereja, pemerintah dan masyarakat agar kehadiran PIKI menjadi perekat persatuan bersama-sama dengan seluruh anak bangsa.
Kombes (Purn) Dr Maruli Siahaan mewakili Dewan Penasehat dan Jamso Hariono Pangaribuan MM mewakili Dewan Pakar dalam sambutannya kompak menyampaikan selamat bekerja kepada
seluruh pengurus dan mendoakan PIKI Sumut 5 tahun ke depan membuat terobosan untuk kepentingan masyarakat di Sumut.
Kemudian Pdt Dr Eben Siagian mewakili PIGW Sumut mengharapkan PIKI Sumut dapat mewarnai, mempengaruhi dan memperbaharui lewat ide dan gagasan untuk kemajuan Sumatera Utara.
Acara kebaktian dan prosesi pelantikan didukung oleh Paduan Suara El-Shaddai Universitas Sumatera Utara (USU) dengan lagu inspiratif seperti Wind Of Change, yang menggambarkan semangat perubahan yang ingin dilakukan PIKI secara internal dan membawa angin perubahan itu ke spektrum yg lebih luas yaitu Gereja, Bangsa dan Negara.

