| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan. Badan Pengurus Daerah Gabungan Importir Nasional Indonesia (BPD GINSI) Sumatera Utara periode 2022-2027 dilantik dalam suatu acara di Hotel Emerald Garden, Medan, Rabu (2/11/2022).
Pengurus yang dilantik oleh Ketua Umum BPP GINSI, Capt Subandi itu merupakan hasil musyawarah daerah yang dilakukan di Hotel JW Marriot, Medan, beberapa waktu lalu.
Pengurus yang dilantik adalah Ketua BPD Sumut H Dianto MS SE, Wakil Ketua I Bidang Organisasi Subhan Hamdani Barus MM, Wakil Ketua II Bidang Industri dan Perdagangan Ridwan Chandra, Wakil Ketua III Bidang Kepelabuhanan dan Kepabeanan Erwansyah SH, Sekretaris Siti Suciati SH, Wakil Sekretaris Wan Didi Salmah, Bendahara Elfanda Irawan.
Pengurus dilengkapi tujuh wakil ketua bidang, yakni Ketu bidang Organisasi dr Umi Dian Syafitri, bidang keanggotaan Edie Lie, bidang perdagangan Jonny SCom, bidang industri Rizal Rahman SE, bidang kepelabuhan dan perhubungan Bayu Segara SE, bidang Kepabeanan Sabar T Marpaung SH dan bidang Perpajakan dan Perbankan Syahrul Rosa ST MM.
Pelantikan ditandai dengan pembacaan janji pengurus, penyerahan surat keputusan penetapan pengurus.
Dianto dalam sambutannya mengajak pengurus terpilih untuk bersama sama mengembangkan GINSI di Sumut sekaligus mewujudkannya menjadi rumah besar importir.
Penerimaan Negara
Capt Subandi dalam sambutannya meminta regulator (pemerintah/otoritas yang terkait) supaya senantiasa mendukung kegiatan importir. Sebab, melalui geliat usaha importir akan tercipta berbagai kegiatan usaha dan jasa lainnya yang membuka lapangan kerja, termasuk usaha jasa di bidang transportasi.
Selain itu, sebut Capt Subandi, impor barang akan menjadi sumber penerimaan bagi negara negara melalui bea masuk (BM).
Dia menggambarkan, semakin besar importasi barang maka penerimaan negara akan semakin banyak.
Dia mengungkapkan, dalam tiga tahun terakhir, yakni 2019, 2020 dan 2020, BM tercatat cukup signifikan masing masing Rp 212 triliun, Rp 238 triliun dan Rp274 triliun.
Dia optimis BM akan terus meningkat searah dengan pertumbuhan impor baik importasi bahan penolong, barang modal, maupun barang konsumsi.
Capt Subandi juga meminta agar pemerintah tidak mempersalahkan importir jika arus barang impor meningkat bahkan bisa jadi membuat produk sejenis dalam negeri kalah bersaing.
Fakta tersebut, kata dia, sejatinya harus menjadi bahan koreksi dan evaluasi bagi semua pihak untuk mendorong industri dan produsen dalam negeri untuk berbenah baik dari sisi mutu produk maupun harganya.
Sebab, produk yang berkualitas dan harganya murah pastinakan menjadi incaran konsumen.
Pada bagian lain dalam sambutannya Capt Subandi mengajak pengurus yang terpilih menjadikan GINSI menjadi rumah besar bagi importir.
Dia juga mengimbau agar pengurus GINSI Sumut menjalin komunikasi dengan pemerintah serta berkolaborasi dengan berbagai asosiasi penyedia jasa dan pelaku usaha lainnya.
Gubernur Sumut dalam sambutannya dibacakan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara Ir Supriyanto mengingatkan agar semua pihak berkontribusi menekan biaya logistik. Sebab, biaya logistik akan mempengaruhi harga jual produk.
Sedangkan bagi negara, sebut Gubsu, biaya logistik secara total akan mempengaruhi daya saing ekspor dan impor.
Menurut Gubsu, mengacu kepada kondisi geografis Indonesia, maka biaya logistik nasional idealnya tidak melampaui 15 persen dari biaya produksi.
Tetapi faktanya, saat ini rerata biaya logistik nasional masih mencapai 17 persen dari biaya produksi atau sekitar 27 persen dari PDB.
Pemerinfah Provinsi Sumatera Utara sendiri, sebut Gubsu, melakukan berbagai upaya untuk menekan biaya logistik. Salah satunya dilakukan dengan membangun infrastruktur jalan agar mobilitas moda angkutan semakin lancar yang pada gilirannya akan menekan biaya logistik.

