| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan. Rektor Universitas Panca Budi Medan, Dr Muhammad Isa Indrawan SE MM akhirnya buka suara soal masalah yang dialami ratusan mahasiswa lulusan diploma (D3) yang melanjutkan kuliah S1 program studi (Prodi) akutansi, di perguruan tinggi swasta (PTS) tersebut.
Meski para mahasiswa S1 Prodi akutansi tersebut sudah menyelesaikan kewajibannya membayar uang kuliah, namun hingga semester segera berakhir, mereka sampai kini belum bisa belajar (kuliah) di universitas yang berada di Jalan Gatot Subroto l, Medan itu.
Rektor Dr Muhammad Isa Indrawan SE MM yang dihubungi medanbisnisdaily.com, Kamis (15/6/2023), memastikan keluhan mahasiswa S1 Prodi akutansi itu sudah dituntaskan pihaknya.
"Saya pastikan dan setahu saya masalah itu sudah selesai," katanya melalui pesan WhatssApp.
Hal senada disampaikan Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Panca Budi, Siti Anisah ST MT.
Siti Anisah mengklaim semua masalah sudah selesai dan mahasiswa sudah bisa mengikuti proses perkuliahan secara reguler.
Namun, Siti Anisah tidak menyebutkan kapan masalah dimaksud diselesaikan pihaknya dan mulai kapan para mahasiswa itu bisa belajar
Ketika disebutkan masih banyak mahasiswa yang belum tuntas konversi nilainya sehingga masih belum bisa mengikuti kuliah, Siti Anisah kembali mengatakan sebagian besar sudah selesai.
Dia hanya mengatakan bagi mahasiswa yang belum tuntas masalahnya (konversi nilainya) akan diupayakan diselesaikan secepatnya.
Diberitakan sebelumnya, ratusan mahasiswa lulusan program pendidikan jurusan akuntansi diploma (D3) dari berbagai perguruan tinggi yang melanjutkan studi S1 Prodi akuntansi pada Fakultas Sosial dan Sains (Faksosa) Universitas Pembangunan Pancabudi (Unpab) Medan resah, kesal dan galau.
Penyebabnya adalah kegiatan pembelajaran alias perkuliahan yang semestinya sudah berlangsung namun belum berjalan, padahal sudah menjelang akhir semester.
Kalangan mahasiswa yang minta tidak disebutkan identitasnya kepada wartawan mengaku sangat menyayangkan hal tersebut. Sebab, sejak awal semester sudah memenuhi kewajibannya, yakni membayar uang kuliah.
Para mahasiswa mengaku pada saat mendaftar pada Prodi jurusan akuntansi Faksosa Unpab, pihak perguruan tinggi tersebut menjanjikan berbagai kemudahan dalam menempuh pendidikan di PTS tersebut, termasuk dalam hal penyetaraan nilai yang dibawa (diperoleh) dari perguruan tinggi asal masing masing mahasiswa.
BACA JUGA: Prodi Akuntansi Unpab Medan Raih Akreditasi A
Tetapi fakta berbeda dengan kenyataan pahit yang kini dirasakan dan dialami para mahasiswa.
Para mahasiswa mengharapkan pihak yayasan Universitas Panca Budi Medan segera menuntaskan masalah tersebut.
Ketua Prodi Jurusan Akuntansi Faksosa Unpab Medan, Oktarini Kamilah Siregar yang ditemui di kantornya Selasa (13/6/2023) membenarkan kondisi yang dialami para mahasiswa Prodi akuntansi di PTS tersebut.
Dia menjelaskan, masalah yang dialami para mahasiswa akutansi tersebut terjadi akibat adanya perubahan kebijakan di Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) periode 2016-2021.
Perubahan dimaksud, kata dia, antara lain perihal ketentuan tentang konversi dan penyetaraan nilai yang diperoleh mahasiswa dari perguruan tinggi asal para mahasiswa.
Lebih konkret, Kamilah menyebutkan, dalam hal penyetaraan nilai C para mahasiswa yang melanjutkan studi tidak diakui oleh Prodi akuntansi Faksosa Unpab. Artinya, mahasiswa yang memiliki mata kuliah nilai C termasuk yang berasal dari PTN harus mengulang mata kuliah tersebut hingga meraih nilai B.
Padahal kualitas nilai C yang diperoleh mahasiswa dari lulusan D3 PTN berbeda dengan PTS.
Kamilah sendiri membenarkan untuk memperoleh nilai C di PTN lebih sulit ketimbang di PTS.
Kamilah Siregar mengatakan, pihaknya akan berupaya menuntaskan masalah tersebut sesegera mungkin.
Menurut dia, paling lambat bulan Juli sudah dituntaskan.
BACA JUGA: Dosen dan Pegawai Unpab Kunjungan Muhibah ke Malaysia
Dia mengatakan, mahasiswa Prodi akuntansi Unpab tidak sendirian. Sebab, hal serupa juga dialami mahasiswa prodi lainnya pada sejumlah fakultas yang diasuh PTS asuhan Yayasan Haji Kadirun Yahya tersebut.
Dia mengklaim pihaknya sudah menginformasikan hal tersebut kepada mahasiswa yang terdampak kebijakan melalui pesan dari grup WhatssApp.
Dan menurut dia sudah ada mahasiswa yang merespon pemberitahuan tersebut.

