| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan. Dewan Guru Besar (DGB) Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar seminar internasional yang dilaksankan di Gedung Digital Learning Center Building (DCLB) pada 18 November 2025. Seminar tersebut menghadirkan sejumlah akademisi internasional, diantaranya Prof William Bradley Horton dari Akita University, Jepang dan Prof Severino Salmo III dari University of the Philippines.
Wakil Rektor IV Prof Dr Drs Opim Salim Sitompul MSc mewakili Rektor Prof Muryanto Amin menegaskan bahwa USU terus memperkuat posisinya sebagai institusi yang aktif dalam jejaring internasional.
“USU berkomitmen memperluas kolaborasi dan mendorong lahirnya inovasi terpadu sebagai fondasi menuju universitas berkelas dunia,” kata Opim, Sabtu (22/11/2025).
Menurutnya, penyelenggaraan seminar internasional ini mencerminkan peran strategis Dewan Guru Besar dalam memperkuat arah pengembangan riset serta meningkatkan mutu akademik di lingkungan universitas.
Ketua Dewan Guru Besar USU, Prof Dr Ir Rosmayati MS dalam sambutannya mengatakan pentingnya kolaborasi global dalam pengembangan keilmuan.
Menurutnya, kolaborasi lintas disiplin bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan mendesak agar universitas mampu menghadirkan inovasi yang relevan dengan tantangan dunia saat ini.
“Forum ilmiah seperti ini menjadi wadah penting bagi Dewan Guru Besar untuk menjaga kualitas akademik sekaligus melahirkan pemikiran baru yang berdampak luas.
Prof Rosmayati mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid ini menjadi ajang pertukaran gagasan ilmiah sekaligus wadah kolaborasi lintas negara yang mempertemukan perspektif sosio-kultural, kesehatan, sains, dan teknologi dalam satu ruang diskusi.
Seminar tersebut bertema Collaborative Innovation: Socio-Culture, Health, Science and Technology. Prof Severino Salmo III dari University of the Philippines yang mengulas bidang Sains dan Teknologi dan Prof Eleni Andreou dari University of Nicosia yang menyampaikan materi terkait Kesehatan.
Kegiatan seminar internasional kemudian dilanjutkan dengan forum meeting room untuk presentasi naskah jurnal peserta yang terbagi dalam kluster Science and Technology, Socio-Culture, dan Health di mana narasumber internasional yang menjadi editor memberikan umpan balik, yang menjadi langkah awal menuju penerbitan buku berindeks Scopus dan publikasi jurnal internasional.

