| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Pandan. Plt Kadis Kesehatan Tapteng, Lisnawati Panjaitan menjelaskan, hingga hari ke 11 pascabencana (5 Desember 2025), pelayanan kesehatan untuk masyarakat dalam situasi aman dan terkendali.
"Saat bencana, gudang instalasi farmasi milik Dinas Kesehatan juga mengalami kerusakan. Seluruh obat-obatan dan alkes rusak, termasuk kulkas vaksin," kata Lisnawati Panjaitan dalam konferensi pers, Jumat (5/12/2025).
Beruntung pada hari kedua, Dinas Kesehatan Provinsi langsung menyuplai obat-obatan dan bahan medis pakai habis (BMPH) dengan cepat.
"Pada hari yang sama, kita juga mendapatkan bantuan obat-obatan dari berbagai lini dan nakesnya juga," katanya.
Lisnawati yang didampingi Plt Kadis Kominfo Tapteng, Sonny Juanda Nasution menjelaskan, pascabencana pelayanan kesehatan di RSUD Pandan juga berjalan normal dan tetap optimal.
"Untuk SDM, kita mempunyai 280 personel yakni, dokter, perawat dan bidan," kata Lisnawati.
Di antaranya, ada 8 dokter spesialis dari kedokteran USU, 2 dokter spesialis penyakit dalam, 1 spesialis radiologi, 1 spesialis mata, 1 spesialis bedah, dan 1 spesialis kulit.
Lisnawati mengungkap, dari 25 Puskesmas di bawah naungan Dinas Kesehatan, 4 di antaranya terdampak banjir dan longsor yaitu, Puskesmas Tukka, Kolang, Sorkam, dan Barus Utara.
Namun, itu tidak menjadi kendala. Seluruh puskesmas tetap beroperasi normal melalui pembukaan pelayanan di posko-posko yang didirikan di setiap kecamatan.
"Kami telah membentuk 63 posko. Ada yang bersifat statis dan bergerak. Artinya, semua tenaga kesehatan kita bergerak, kita sebar di titik lokasi banjir," katanya.
Lisnawati mengatakan, jumlah warga yang dilayani baik di posko-posko kecamatan maupun puskesmas, per 5 Desember 2025, tercatat mencapai 5.700 jiwa.
Sementara itu, data pasien rawat inap 28 orang, kemudian rawat jalan sekitar 68 orang.
Tercatat pula pasien meninggal dunia yang diantar ke RSUD Pandan ada 14 orang, 3 di antaranya tidak teridentifikasi. Semua telah dimakamkan sesuai prosedur penanggulangan bencana.
"Untuk penyakit yang paling sering dikeluhkan warga yang terdampak bencana adalah flu, batuk, demam, gatal-gatal, diare, dan mual muntah," katanya.

