| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Tapanuli Tengah. Pembangunan fasilitas air bersih dan pipanisasi sepanjang 2 km di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, Tapteng telah rampung dan telah dapat dimanfaatkan masyarakat.
Advokat Sihar Sihite mengungkap, pembiayaan sepenuhnya ditanggung Yayasan Edro Cahaya Kasih senilai total Rp 261 juta lebih dan dikerjakan secara gotong royong oleh masyarakat setempat.
Dia menjelaskan, pembangunan fasilitas air bersih dan pipanisasi tersebut, 2 titik di Kelurahan Sipange, 1 titik di Desa Aek Garut, dan 1 titik di Sitiotio Hilir.
"Yayasan Edro Cahaya Kasih merupakan salah satu klien hukum tetap kami, dan sangat peduli terhadap nasib warga di kampung leluhur kami yang terkena bencana," kata Sihar Sihite di acara peresmian, Sabtu (7/2/2026).
Acara peresmian tersebut dirangkai bakti sosial layanan pemeriksaan kesehatan gratis untuk warga di 2 kecamatan yaitu, Tukka dan Pandan.
Biayanya ditanggung Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (UPH) Tangerang, Provinsi Banten.
Tim medis yang diturunkan, Guru Besar UPH, Prof Wahyuni Lukita Atmojo PhD; DR dr Rocksy FV Situmeang SpN; dr Endang Johani SpM; dr Veronica Wing, dan dr Priscilia Y Hutabarat.
Pada kesempatan yang sama, Ny St Drs RRH Situmeang/Boru Manurung, didampingi E Sihombing dan Rocksy FV Situmeang dari Yayasan Edro Cahaya Kasih membenarkan bantuan tersebut.
Pihaknya berharap, bantuannya memberi manfaat besar bagi masyarakat yang mengalami krisis air bersih pascabencana 25 November 2025 lalu.
Plt Kadis Kesehatan Tapteng, Lisnawati Panjaitan mengapresiasi kegiatan layanan kesehatan gratis yang digelar UPH Tangerang tersebut.
"Tentunya ini sangat membantu kami dalam penanggulangan dampak bencana khususnya dalam layanan kesehatan masyarakat," kata Lisnawati.
Sekda Tapteng, Binsar Sitanggang juga menyampaikan terima kasih atas bantuan pembangunan fasilitas air bersih dari Yayasan Edro Cahaya Kasih dan juga layanan kesehatan gratis dari UPH Tangerang.
"Memang kita butuh air. Sejak bencana 25 November 2025 lalu, semuanya terdampak. Spam kita 70 persen rusak parah, termasuk di Kecamatan Tukka," katanya.
Dia menambahkan, Perumda Mual Nauli Tapteng masih berusaha terus untuk membuat yang terbaik dan optimal untuk pemenuhan air bersih ke masyarakat.

