| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan. Pemerintah Kota (Pemko) Medan dibawah kepemimpinan Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas dinilai gagal dalam membangun sistem mitigasi dan kesiapsiagaan bencana yang semestinya melindungi warga.
"Ini bukan bencana biasa. Ini bukti bahwa kesiapsiagaan Pemko Medan lemah dan tidak terstruktur. 13 nyawa hilang itu peringatankeras bagi Wali Kota Medan Rico Waas," kata Ketua Komisi 2 DPRD Medan, Kasman Marasakti Lubis kepada wartawan di Medan, Jumat (5/12/2025).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyoroti bagaimana banjir melumpuhkan sejumlah kecamatan, meninggalkan lumpur setebal puluhan sentimeter di Medan Johor dan Medan Helvetia, sementara wilayah Medan Utara masih tergenang setinggi lutut orang dewasa hingga hari ini.
Dalam situasi tersebut, ia menyebut respons Pemko Medan masih bersifat reaktif, bukan preventif.
"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan OPD boleh saja bekerja keras pascabencana, tetapi mitigasi gagal total. Peringatan dini tidak jalan, drainase rusak dibiarkan, dan tata ruang tak pernah benar-benar dibenahi," katanya.
Kasman juga menyoroti lemahnya komitmen Pemko Medan dalam mengalokasikan dana khusus mitigasi bencana.
"Anggarannya kecil, programnya minim, dan eksekusinya lemah. Jika anggaran pencegahan bencana hanya sekadar memenuhi lembaran APBD, jangan heran korban terus berjatuhan," ujarnya.
Dikatakan, bencana banjir hari ini jangan dianggap sebagai bencana rutin tahunan. Adanya korban jiwa yang mencapai belasan orang harus menjadi titik tolak semua pihak dalam mempersiapkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana baik itu dalam hal anggaran, infrastruktur dan sumberdaya manusia di lapangan.
"Kami sangat mengapresiasi kerja tim BPBD, OPD, dan jajaran kecamatan yang masih berjibaku di lapangan. Kami juga meminta agar Pemko mempercepat pemulihan agar warga tidak terlalu lama berada di pengungsian.
"Kami di DPRD siap mengawal, mengkritisi, dan memastikan setiap program kebencanaan berjalan efektif. Tragedi 13 korban ini tidak boleh terulang lagi," tandasnya.

