| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com – Sergai. Politisi senior Pahala Sitorus menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya pembangunan infrastruktur jalan yang berdampak langsung pada keselamatan dan mobilitas masyarakat.
Menurut Pahala, pembangunan daerah tidak semestinya hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi juga dapat memanfaatkan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
Hal itu disampaikan Pahala saat ditemui di kediamannya di Jalan Kumpulan Pane, Kota Tebing Tinggi, Sabtu (10/1/2026). Ia menilai, perbaikan jalan di Desa Nagaraja I, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara dan wilayah sekitarnya dapat dilakukan melalui kolaborasi pemerintah dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut.
“Perbaikan jalan ini sebenarnya bisa dilakukan. Pemerintah bisa meminta PTPN atau PT Bridgestone untuk turut meningkatkan kualitas jalan melalui dana CSR. Jika anggaran pemerintah mencukupi, tentu itu juga baik. Intinya adalah pelayanan kepada masyarakat,” ujar Pahala, yang pernah menjabat anggota DPRD Kota Tebing Tinggi selama 15 tahun.
Pahala juga menekankan pentingnya empati para wakil rakyat terhadap persoalan masyarakat, tanpa melihat apakah wilayah tersebut merupakan daerah pemilihan mereka atau bukan.
“Jangan karena bukan dapil sendiri lalu tidak peduli. Prinsipnya pembangunan adalah untuk kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.
Ia menambahkan, persoalan jalan rusak tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi dan produktivitas, tetapi juga menyangkut keselamatan manusia.
“Keselamatan manusia adalah prioritas. Bayangkan jika ada warga sakit parah dan harus segera dibawa ke rumah sakit, tetapi jalan rusak berat. Sangat mungkin nyawa melayang sebelum sampai tujuan. Jadi tidak benar jika jalan dianggap tidak penting hanya karena hasil pertanian dinilai kecil,” katanya.
Dalam waktu dekat, Pahala mengaku akan berdiskusi langsung dengan Bupati Serdang Bedagai untuk menyampaikan aspirasi masyarakat terkait pembangunan jalan tersebut.
“Saya akan berdiskusi dengan Bupati Sergai. Beliau juga berasal dari desa, pasti memahami betul bagaimana sulitnya melintasi jalan rusak. Keluhan masyarakat kampung halaman saya akan saya sampaikan,” ujarnya.
Pahala menegaskan komitmennya untuk mendorong pembangunan di Desa Nagaraja I, yang merupakan kampung halamannya.
“Saya tidak ingin kampung halaman saya tertinggal. Nagaraja I adalah tempat kelahiran saya. Jalan adalah nadi kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Pahala juga mengenang masa kecil dan remajanya yang dihabiskan di Desa Nagaraja I. Ia mengisahkan pengalaman bersekolah dan menggunakan jalan tersebut sebagai jalur utama menuju Tebing Tinggi dan Pematang Siantar.
“Saya lahir dan SD di Nagaraja I, lalu SMP di Dolok Merawan. Selama tiga tahun saya naik sepeda melewati jalan itu. Dulu angkutan umum ke Tebing Tinggi dan Siantar juga lewat sana. Semua masih saya ingat,” tuturnya.

