| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com – Batu Bara. Kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara dikenal sebagai salah satu pusat pengolahan ikan asin terbesar di Sumatera Utara. Usaha rumahan berbasis UMKM ini telah berlangsung puluhan tahun dan menjadi sumber mata pencaharian utama bagi masyarakat pesisir.
Salah satu wilayah yang menjadi sentra pengolahan ikan asin berada di Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara. Produksi ikan asin dan ikan rebus di kawasan ini banyak berasal dari Kelurahan Pagurawan, Desa Nanas Siam, serta Desa Lalang.
Hasil olahan ikan dari daerah tersebut tidak hanya dipasarkan di wilayah Batu Bara, tetapi juga telah menjangkau berbagai daerah di luar kota.
Selain Medang Deras, Kecamatan Tanjung Tiram juga dikenal sebagai salah satu sentra pengolahan ikan asin di Kabupaten Batu Bara. Meski jumlah pengusahanya tidak sebanyak di Medang Deras, kualitas ikan asin dari Tanjung Tiram dinilai tidak kalah baik.
Bahan baku ikan yang diolah umumnya berasal dari hasil tangkapan nelayan setempat. Kondisi ini membuat para pelaku usaha pengolahan ikan asin relatif mudah memperoleh bahan baku, sekaligus membantu meningkatkan pendapatan nelayan di wilayah pesisir.
Selain memberikan manfaat bagi nelayan, usaha pengolahan ikan asin rumahan di dua kecamatan tersebut juga mampu menyerap ratusan tenaga kerja dari masyarakat sekitar.
Para pekerja biasanya terlibat dalam berbagai tahapan produksi, mulai dari membersihkan dan memilih ikan, proses penggaraman atau perebusan, hingga tahap penjemuran dan penyortiran sebelum ikan siap dipasarkan.
Salah seorang pengusaha ikan asin di Kelurahan Pagurawan, Ernani, mengatakan usaha yang dikelolanya saat ini mempekerjakan lima orang pekerja.
“Di sini ada lima orang yang bekerja, mulai dari membersihkan ikan sampai penjemuran. Kalau usaha sudah besar, bisa belasan orang yang bekerja,” ujarnya, Senin (9/3/2026).
Ia menjelaskan, di wilayah Kelurahan Pagurawan hingga Desa Nanas Siam terdapat puluhan pengusaha ikan asin yang turut menyerap banyak tenaga kerja dari masyarakat sekitar.
“Kalau untuk Kecamatan Medang Deras, mungkin ada ratusan tenaga kerja yang terlibat dalam pengolahan ikan asin,” ungkap Ernani.
Menurutnya, proses pengolahan ikan asin di Pagurawan masih menggunakan teknik penggaraman tradisional untuk mengawetkan ikan. Cara tersebut dinilai mampu menghasilkan ikan asin dengan kualitas yang baik sehingga cukup diminati pasar.
BACA JUGA: Olah 200 Kg per Hari dan Serap Pekerja, Pedagang Ikan Asin Batu Bara Harap Bantuan Modal-Pemasaran
Ernani berharap pemerintah dapat memberikan dukungan, khususnya dalam bentuk bantuan modal bagi para pelaku UMKM pengolahan ikan asin agar usaha tersebut dapat berkembang lebih besar.
“Ikan asin Pagurawan, Batu Bara sudah cukup terkenal kualitasnya. Namun banyak pengelola yang masih membutuhkan tambahan modal agar usaha ini bisa berkembang,” katanya.

