| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Sergai. Warga Dusun III, Desa Pekan Kamis, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatra Utara digegerkan dengan penemuan jasad seorang wanita lanjut usia dalam kondisi membusuk di rumah kontrakannya, Jumat (5/6/2026) malam.
Korban diketahui bernama Lidia br Siahaan (62), yang selama beberapa tahun terakhir tinggal seorang diri setelah suaminya meninggal dunia sekitar empat tahun lalu.
Kapolsek Dolok Masihul, AKP Inja V Kaban SH membenarkan adanya penemuan jasad wanita lanjut usia tersebut.
"Benar, kami menerima laporan dari warga terkait penemuan seorang wanita yang ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakannya," ujarnya kepada wartawan Medanbisnisdaily.com saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Sabtu (6/6/2026).
Kanit Reskrim Polsek Dolok Masihul Ipda Ismail Har SH menjelaskan, penemuan jenazah bermula saat warga mencium aroma busuk menyengat dari rumah korban sekitar pukul 19.00 WIB.
"Karena curiga, warga melaporkan kejadian tersebut kepada kepala dusun. Saat dilakukan pengecekan melalui jendela rumah, terlihat sesosok jenazah dalam kondisi sudah membusuk dan dipenuhi belatung," ujar Ismail.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Dolok Masihul bersama Tim Inafis Polres Sergai langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi jenazah dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana pada tubuh korban. Sejumlah barang berharga milik korban juga masih berada di dalam rumah.
"Berdasarkan hasil olah TKP, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban maupun indikasi pencurian. Barang-barang milik korban juga masih utuh di tempatnya," ungkap Ismail.
Menurut keterangan warga dan kerabat, korban telah mengalami kelumpuhan selama kurang lebih dua tahun akibat kecelakaan yang pernah dialaminya. Korban juga diketahui rutin mengonsumsi obat-obatan untuk menjaga kondisi kesehatannya.
Mantan pembantu korban, Sukanti (57), mengaku sudah tidak lagi bekerja selama dua bulan terakhir karena korban tidak mampu membayar upahnya.
"Korban memang sudah lama sakit dan tinggal sendirian. Karena itu tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan korban meninggal dunia," katanya.
Setelah proses identifikasi selesai dilakukan, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga melalui Ketua Punguan Marga Siahaan, Jadi Siahaan, untuk selanjutnya dimakamkan.

