| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Dairi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi terus memperkuat budaya disiplin di kalangan aparatur sipil negara (ASN). Saat ini, sebanyak 19 ASN di lingkungan Pemkab Dairi sedang menjalani proses penegakan disiplin sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan publik.
Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Dairi Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Erwin Sitorus, saat memimpin apel gabungan di halaman Kantor Bupati Dairi, Sidikalang, Senin (8/6/2026).
Dalam arahannya, Erwin menegaskan bahwa disiplin ASN tidak hanya diukur dari kehadiran atau absensi semata, tetapi juga dari tanggung jawab dalam menjalankan tugas, produktivitas kerja, serta kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.
Menurutnya, proses penegakan disiplin terhadap 19 ASN tersebut merupakan bentuk komitmen Pemkab Dairi dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan pelayanan publik yang semakin berkualitas.
“Rendahnya tanggung jawab dan kelalaian dalam bekerja dapat merugikan organisasi serta menurunkan kualitas pelayanan publik. Aturan itu berlaku untuk semua ASN tanpa terkecuali,” tegas Erwin.
Ia menjelaskan, proses disiplin yang sedang berjalan bukan semata-mata bertujuan memberikan hukuman, melainkan sebagai sarana pembinaan agar setiap ASN memiliki etos kerja yang tinggi dan kesadaran penuh terhadap tanggung jawabnya sebagai pelayan masyarakat.
Erwin juga menyampaikan pesan Bupati Dairi, Vickner Sinaga, kepada seluruh pimpinan perangkat daerah agar tidak membiarkan pegawai yang bekerja di bawah standar.
Menurutnya, pembiaran terhadap pegawai yang tidak menjalankan tugas dengan baik hanya akan menciptakan ketimpangan beban kerja dan berdampak pada menurunnya kinerja organisasi secara keseluruhan.
“Jangan sampai ASN yang rajin dan bertanggung jawab harus menanggung pekerjaan yang seharusnya dikerjakan bersama. Setiap pimpinan harus memastikan seluruh pegawai bekerja sesuai tugas dan fungsinya,” ujarnya.
Selain menyoroti disiplin internal, Erwin mengajak seluruh ASN untuk lebih terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat. Menurutnya, kritik merupakan bahan evaluasi yang penting untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik.
Ia menilai kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang dimiliki, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankan roda pemerintahan.
Menutup arahannya, Erwin mengajak seluruh ASN menjadikan disiplin, integritas, dan profesionalisme sebagai budaya kerja sehari-hari demi mewujudkan pemerintahan yang responsif dan dipercaya masyarakat.
“Mari kita bangun pemerintahan yang solid, disiplin, dan adaptif. Jangan menunggu perubahan dari orang lain, tetapi mulailah dari diri kita sendiri,” pungkasnya.

