| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com–Padangsidimpuan. Dunia pendidikan dasar dituntut terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan menggelar Seminar Nasional bertajuk “Transformasi Digital dan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran MI/SD”, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring tersebut diikuti ratusan peserta yang terdiri atas dosen, mahasiswa, guru, dan tenaga pendidik dari berbagai daerah di Indonesia.
Seminar ini menjadi wadah diskusi akademik untuk memperkuat pemahaman tentang pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia pendidikan dasar.
Dekan FTIK UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Dr. Hamka, M.Hum., dalam sambutannya menegaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah paradigma pembelajaran sehingga tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Menurutnya, pemanfaatan teknologi harus tetap berlandaskan prinsip etika dan diarahkan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
Ia menjelaskan bahwa kecerdasan buatan memiliki peran strategis dalam berbagai aspek pendidikan, mulai dari pengenalan citra dan teks, analisis data, pemecahan masalah, pemrosesan bahasa, hingga sistem rekomendasi pembelajaran yang dapat membantu guru dan peserta didik.
“Kecerdasan buatan atau AI memiliki fungsi strategis, mulai dari pengenalan citra dan teks, analisis data, pemecahan masalah, pemrosesan bahasa, hingga sistem rekomendasi pembelajaran. Semua ini harus dipahami pendidik agar penerapannya tepat sasaran,” ujarnya.
Dr. Hamka berharap seminar tersebut mampu membuka wawasan baru bagi sivitas akademika serta memberikan kontribusi nyata dalam mendorong kemajuan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sementara itu, Ketua Program Studi PGMI, Asriana Harahap, M.Pd., menyampaikan bahwa tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan penguasaan teknologi, tetapi juga bagaimana mengintegrasikan perkembangan digital dengan nilai-nilai keilmuan dan keagamaan.
Menurutnya, guru masa depan dituntut tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana untuk menciptakan proses belajar yang lebih bermakna, efektif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Pada kesempatan tersebut, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Dr Ibrahim SPd MPd hadir sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa transformasi digital dalam pendidikan bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan yang harus direspons secara serius oleh seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Prof Ibrahim menjelaskan bahwa AI dapat berfungsi sebagai asisten pendidik yang membantu penyusunan materi ajar, proses evaluasi pembelajaran, hingga memahami karakteristik dan kebutuhan belajar siswa secara lebih personal.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi juga menghadirkan sejumlah tantangan, seperti kesenjangan akses digital dan potensi penyalahgunaan informasi. Karena itu, strategi pembelajaran perlu dirancang untuk mendorong kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi.
“Teknologi tidak akan menggantikan guru, tetapi guru yang mampu memanfaatkan teknologi dengan baiklah yang akan unggul di masa depan,” tegasnya.
Melalui seminar nasional ini, peserta tidak hanya memperoleh sertifikat elektronik, tetapi juga mendapatkan wawasan ilmiah terkini serta kesempatan memperluas jejaring akademik dan profesional dalam menghadapi era transformasi digital di dunia pendidikan.

