| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com - Medan. Pemerintah pusat dipastikan akan melanjutkan program bantuan pangan gratis bagi masyarakat berpendapatan rendah. Program jaring pengaman sosial ini rencananya kembali digulirkan pada Juli 2026 mendatang, tepat setelah penyaluran tahap Februari-Maret selesai pada 30 Juni ini.
Pimpinan Wilayah Bulog Sumatera Utara (Sumut), Budi Cahyanto mengatakan, keputusan ini diambil berdasarkan hasil rapat koordinasi tingkat pemerintah pusat untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi.
"Kebijakan ini merupakan upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat dan mengantisipasi dampak kenaikan harga pangan akibat berbagai faktor global. Dengan bantuan beras dan minyak goreng gratis, masyarakat yang rentan dapat tetap memperoleh akses pangan yang cukup," ujar Budi, Rabu (10/6/2026).
Secara nasional, program kelanjutan ini akan menyasar sekitar 33,7 juta penerima manfaat. Sementara untuk wilayah Sumut sendiri, kuota yang disiapkan mencapai sekitar 1,75 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Untuk progres berjalan saat ini (alokasi Februari-Maret 2026), Bulog Sumut mencatat realisasi distribusi telah menyentuh angka 40,84%, atau telah disalurkan kepada 717.528 KPM dari total target 1.756.846 keluarga.
Dalam program ini, setiap KPM berhak menerima paket bantuan berupa 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng secara gratis tanpa dipungut biaya apa pun. Sejauh ini, total logistik yang sudah digelontorkan ke masyarakat Sumut mencapai 14.350 ton beras dan 2.870.112 liter minyak goreng.
Budi mengatakan, untuk proses distribusi bantuan pangan di Sumut sempat menghadapi sejumlah tantangan teknis di lapangan dalam beberapa waktu terakhir. Cuaca buruk hingga gangguan pasokan listrik akibat robohnya jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) sempat menjadi hambatan utama dalam proses pengemasan dan penyaluran.
Namun Perum Bulog Kanwil Sumut langsung mengambil langkah antisipasi di setiap lini operasional gudang agar pasokan untuk masyarakat tidak terhenti berkepanjangan.
"Kami sudah mengambil berbagai langkah antisipasi, termasuk menyediakan genset di gudang-gudang Bulog. Saat ini seluruh proses distribusi sudah terkendali dan tidak ada kendala berarti," kata Budi.
Sebelumnya, kendala padamnya listrik massal akibat gangguan SUTET sempat memengaruhi mesin-mesin pengemasan beras di gudang. Ditambah dengan faktor cuaca buruk, pergerakan armada pengantar logistik ke daerah sempat melambat.
Namun, dengan disediakannya fasilitas back-up daya seperti genset, Bulog Sumut memastikan operasional pengemasan kini sudah kembali ke kapasitas normal 100%. Bulog menjamin pasokan komoditas ke daerah-daerah terpencil tidak akan mengalami keterlambatan lagi.

