| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com – Samosir. Anggota Komisi XIII DPR RI, Rapidin Simbolon, mengingatkan agar pembangunan kawasan Danau Toba tidak mengabaikan kepentingan masyarakat desa yang selama ini menjadi penopang utama kehidupan ekonomi dan sosial di kawasan tersebut.
Hal itu disampaikan Rapidin kepada wartawan seusai kegiatan Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Pangururan, Kabupaten Samosir, Jumat (19/6/2026).
Menurut Rapidin, desa merupakan fondasi pembangunan nasional yang harus terus diperkuat agar mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, kebijakan pembangunan harus memberikan ruang yang lebih besar bagi desa untuk berkembang sesuai kebutuhan masyarakat setempat.
Ia menilai kepala desa merupakan pihak yang paling memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayahnya, sehingga peran desa dalam pembangunan harus semakin diperkuat.
"Maka kebijakan pemerintah seharusnya memberikan ruang yang lebih besar bagi desa untuk berkembang," ujarnya.
Mantan Bupati Samosir itu mengatakan penguatan anggaran desa menjadi salah satu langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya di sektor pertanian dan pariwisata yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat di kawasan Danau Toba.
Politikus PDI Perjuangan tersebut juga menyoroti perkembangan pembangunan kawasan Danau Toba yang menurutnya perlu dievaluasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat lokal.
Rapidin mengenang sejumlah terobosan yang pernah dilakukan saat memimpin Kabupaten Samosir, seperti pembangunan kawasan Waterfront City Pangururan dan pembukaan berbagai destinasi wisata baru yang kala itu mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.
Namun, menurutnya, sejumlah program yang dahulu berhasil memberikan dampak ekonomi positif kini tidak lagi menunjukkan geliat yang sama.
"Yang harus menjadi pertanyaan, apakah pembangunan hari ini benar-benar dirasakan masyarakat? Apakah pertumbuhan wisata terjadi merata atau hanya terkonsentrasi di titik-titik tertentu?" katanya.
Ia menegaskan bahwa tujuan pembangunan tidak semata menghadirkan proyek dan investasi, tetapi juga harus mampu menciptakan kesejahteraan yang dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
Karena itu, Rapidin meminta para kepala desa tidak ragu menyampaikan aspirasi dan kondisi riil yang terjadi di lapangan demi mewujudkan pembangunan yang lebih berpihak kepada masyarakat.
"Jangan takut menyampaikan yang benar. Desa harus menjadi pusat inovasi pembangunan, sektor pertanian dan pariwisata harus mampu mengangkat ekonomi masyarakat," tegasnya.
Rapidin berharap desa-desa di kawasan Danau Toba terus menjadi motor penggerak pembangunan berkelanjutan, sehingga keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur yang dibangun, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.

